logo


Sel ISIS dan Al Qaeda Kemungkinan Sudah Menyebar ke Eropa dan Amerika Utara

Sejumlah pakar mengatakan bahwa sistem penyaringan atau pengecekan pengungsi Afghanistan yang diimplementasikan oleh negara-negara Eropa dan Amerika Utara memiliki celah yang bisa dieksploitasi oleh kelompok terorisme

7 September 2021 14:30 WIB

Ratusan warga Afghanistan harus rela berdesakan di dalam kabin pesawat saat dievakuasi keluar negeri
Ratusan warga Afghanistan harus rela berdesakan di dalam kabin pesawat saat dievakuasi keluar negeri istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Seorang pengamat sektor pertahanan memprediksi jika organisasi teroris seperti ISIS dan Al Qaeda kemungkinan besar sudah menyusup ke Eropa dengan memanfaatkan proses evakuasi warga sipil Afghanistan.

"Sudah diprediksi jika al-Qaeda atau Daesh (ISIS) yang berbasis di Afghanistan akan mencoba dan meminta beberapa anggota mereka mendapatkan akses ke penerbangan yang meninggalkan Afghanistan ke Eropa dan otoritas kontra-terorisme akan mengetahui hal ini," kata Dr David Lowe, peneliti senior di Leeds Beckett University Law School

Menurutnya, Eropa dan Amerika Utara sudah mengimplementasikan sebuah sistem penyaringan yang ketat mulai dari proses pengecekan di bandara internasional Kabul hingga proses screening di negara tujuan. Amerika Serikat bahkan menampung para pengunsi asal Afghanistan tersebut di sejumlah pangkalan militernya.


Rusia Siap Hadir di Upacara Peresmian Pemerintahan Baru Afghanistan, Asalkan...

Lowe menambahkan bahwa sistem tersebut memberikan waktu bagi otoritas untuk meninjau dan mengkaji latar belakang para pengungsi saat para pengungsi tersebut masih berada di fasilitas penampungan dan belum diintegrasikan ke dalam sistem sosialnya.

Sementara itu, menurut David Otto, pakar kontra-teroris sekaligus Direktur Pusat Kajian Studi Strategis dan Keamanan Afrika di Jenewa, sistem screening tersebut masih memiliki sejumlah batasan dan celah.

"Seseorang hanya bisa mengandalkan dokumen dan catatan (riwayat)," ujarnya.

"Dengan runtuhnya pemerintah Afghanistan, ada kekhawatiran orang-orang (pengungsi) sudah memalsukan dokumen agar bisa lolos. Ini adalah salah satu alasan AS mengambil langkah untuk memproses individu dari negara pihak ketiga untuk mengendalikan risiko. Terlepas dari tindakan ini, kelompok seperti ISIS-K* [Daesh-K] dan al-Qaeda akan mendorong simpatisan mereka untuk mengalahkan sistem," tambahnya.

Front Perlawanan Panjshir Bisa Menginspirasi Warga Afghanistan untuk Bangkit Lawan Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia