logo


Tersangkut Kasus Penodaan Agama, Yahya Waloni Ajukan Permohonan Praredilan

Pengacara menjelaskan alasan mengajukan praperadilan

6 September 2021 16:15 WIB

Yahya Waloni
Yahya Waloni Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Yahya Waloni yang menjadi tersangka kasus dugaan penodaan agama mengajukan permohonan praperadilan. Pengacara Yahya, Abdullah Al Katiri, mengatakan bahwa permohonan praperadilan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Telah mendaftarkan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini," kata Abdullah kepada wartawan, Senin (6/9).

Abdullah menjelaskan alasan mengajukan praperadilan.


Yahya Waloni Masih Dirawat di RS Kramat Jati, Bagaimana Perkembangan Kasus Hukumnya?

"Alasan diajukan permohonan tersebut adalah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 yang pada pokoknya menyatakan bahwa lembaga praperadilan berwewenang untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka sebagai pintu masuk upaya paksa lainnya seperti penangkapan, penahanan, maupun penyitaan," jelasnya.

Abdullah mengatakan bahwa Yahya menjadi tersangka hingga ditangkap polisi tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu.

"Yang mana penangkapan yang tidak sesuai due process of law dapat dibenarkan pada kejahatan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime) seperti teroris, narkoba, human trafficking, ataupun kejahatan yang tertangkap tangan," katanya.

Ia menyebut bahwa Yahya hanya melakukan ceramah dengan kajian tentang Bible Kristen di dalam masjid.

"Yahya Waloni ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dilakukan penahanan hanya karena ustad melakukan ceramah sehubungan dengan kajian secara ilmiah tentang Bible Kristen di dalam masjid tempat khusus ibadah orang muslim (exclusive), yang dalam ceramahnya beliau menyinggung bible Kristen yang ada sekarang ini sesuai kajian beliau adalah palsu (bukan asli)," paparnya.

"Dan hasil kajian di tempat khusus tersebut dijadikan dasar oleh pelapor untuk melaporkan beliau dengan pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016. Yang mana yang dikenakan oleh pasal-pasal tersebut adalah yang menyebarkan, bukan yang membuat pernyataan. Dan Pasal 156 a huruf a KUHP tentang Penodaan Agama, sedangkan dalam perkara ini bukan Ustaz Yahya Waloni yang memvideokan, apalagi menyebarkan," lanjut Al Katiri.

Minta Polri Pakai Restorative Justice di Kasus Kace, NasDem: Tak Hanya Beri Efek Jera, Tapi...

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata