logo


Pelaku Penikaman di Selandia Baru Sudah Diawasi oleh Kepolisian Sejak 2016 Lalu

Sebuah insiden penusukan terjadi di kota Auckland, Selandia Baru pada Jumat (3/9). Enam orang terluka dan pelaku tewas ditembak oleh pihak kepolisian

5 September 2021 06:30 WIB

Jacinda Ardern
Jacinda Ardern istimewa

AUCKLAND, JITUNEWS.COM - Sedikitnya enam orang terluka dalam sebuah insiden serangan penusukan di sebuah supermarket di kota Auckland, Selandia Baru pada Jumat (3/9). Pelaku tewas di lokasi kejadian setelah ditembak oleh pihak kepolisian.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan jika pelaku nekat melakukan aksinya setelah terinspirasi oleh kelompok ISIL (ISIS), dan menyebut insiden itu sebagai serangan "teror".

“(Insiden serangan) itu penuh kebencian, dan itu salah. Itu dilakukan oleh seorang individu, bukan (menyangkut) keyakinan,” kata Ardern, dilansir dari Al Jazeera.


AS Jatuhkan Sanksi Baru, Iran: Skenario Hollywood

Menurut Ardern, pelaku serangan merupakan warga negara Sri Lanka yang datang ke Selandia Baru pada 2011 lalu.

“Dia sendiri yang bertanggung jawab atas tindakan ini,” jelas Ardern.

Ardern menambahkan bahwa sejak 2016 lalu, pihak otoritas Selandia Baru sudah mengawasi gerak-gerik pelaku karena dia pernah terlibat permasalahan hukum.

“Seandainya dia melakukan sesuatu yang memungkinkan kita memasukkannya ke penjara, dia akan dipenjara,” kata Ardern.

Sementara itu, Komisaris Polisi Andrew Coster mengatakan bahwa pihaknya meyakini jika pria itu bertindak sendiri. Dia mengatakan tim pengawasan polisi dan kelompok spesialis taktik telah mengikuti pria itu dari rumahnya yang berlokasi di kawasan Glen Eden hingga ke supermarket di New Lynn.

“Dia memasuki toko, seperti yang dia lakukan sebelumnya. Dia mendapatkan pisau dari dalam toko,” kata Coster. "Tim pengawas sedekat mungkin untuk memantau aktivitasnya," tukasnya.

Rusia Minta Taliban untuk Bersikap "Beradap" untuk Jaga Hubungan Diplomatik dengan Negara Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia