logo


Tak Layak Huni, Muhadjir Dukung Gibran Bangun Ulang Rusunawa Semanggi

Rusunawa Semanggi perlu dibangun ulang karena kondisi bangunan sudah tak layak huni.

2 September 2021 22:00 WIB

Gibran mendampingi Muhadjir saat meninjau Rusunawa Semanggi, Kamis (2/9).
Gibran mendampingi Muhadjir saat meninjau Rusunawa Semanggi, Kamis (2/9). Prokompim Pemkot Solo

SOLO, JITUNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja di Kota Solo. Dia meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi santri di Rumah Sakit Kustati, Program KOTAKU di RW 23 Mojo, Rusunawa Semanggi, dan Lokasi Daerah Alokasi Khusus 4 Terintegrasi Kelurahan Mojo.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir didampingi oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Mantan Mendikbud itu mendukung upaya pembangunan ulang rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Semanggi yang direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Ini kebijakan sangat bagus. Wong bangunannya memang tidak layak untuk dihuni,” kata Muhadjir.


Siapkan Langkah Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi, Pemerintah Imbau Masyarakat Disiplin Prokes

Menurutnya, rusunawa dua tower empat lantai itu memang sudah dalam kondisi tidak layak huni. Melihat banyaknya kerusakan seperti korosi membuat Muhadjir memberi dorongan Pemkot untuk pembangunan ulang Rusunawa Semanggi.

“Ini sangat berbahaya karena banyak korosinya, besi-besinya juga sudah keluar. Saya dukung,” tutur Muhadjir.

Muhadjir bersama Gibran juga melalukan blusukan di Program KOTAKU RW 23 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Rombongan melihat secara langsung penanganan wilayah kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

"Saya juga melihat model penanganan daerah kumuh kota. Namanya KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang di Solo sudah ada. Cara penanganan wilayah kumuh kota. Dan itu akan kita jadikan model untuk digunakan juga atau diaplikasikan di tempat lain" ujar Muhadjir.

Sesuai perintah presiden, lanjut dia, pemerintah diminta lebih fokus memperhatikan kelompok miskin ekstrem. Kelompok yang biasanya berada di wilayah atau kantong-kantong kemiskinan.

"Jadi penyelesaiannya tidak cukup diberi bansos misalnya, tapi juga harus ditangani dengan pendekatan lingkungan," katanya.

Terakhir, Muhadjir mengunjungi lokasi daerah alokasi khusus 4 terintegrasi di Kelurahan Mojo. Dia mengapresiasi warga yang terdampak justru mengalami peningkatan keterampilan dengan menjadi tukang besi dan membantu pengecoran.

Muhadjir menjelaskan, kondisi ini merupakan wujud pemberdayaan masyarakat tidak hanya diberi bantuan namun juga mendapatkan keterampilan.

“Untuk pembangunan perumahan skala kecil seperti ini dibutuhkan keterampilan dari masyarakat. Tadi yang bekerja adalah semua warga yang punya rumah yang harus dipindah itu. Dan mereka semula kernet, sopir, sekarang mendapat kenaikan keterampilan,” ungkapnya.

Muhadjir berpesan kepada calon penghuni agar merawat rumah dengan baik. Ia mewanti-wanti, bangunan sebagus apapun jika tidak dirawat pasti akan rusak.

Minta Pemda Tak Simpan Vaksin, Muhadjir: Begitu Datang, Langsung Suntikkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar