logo


Jokowi Tolak Perpanjang Masa Jabatan, Jubir: Beliau Tegak Lurus UUD 1945 dan Agenda Reformasi 1998

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, menegaskan bahwa Jokowi tidak berminat memperpanjang masa jabatan

2 September 2021 14:12 WIB

Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman
Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman Doc Jitunews

MAKASSAR, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, menegaskan bahwa Jokowi tidak berminat memperpanjang masa jabatan. Hal itu menanggapi munculnya rencana amandemen UUD 1945 yang dikaitkan dengan isu perpanjangan masa jabatan presiden.

"Pertama prinsip awalnya bahwa amandemen itu wewenangnya MPR dan pemerintah tidak terkait sama sekali dengan urusan amandemen, kan kita kan trias politica. Jadi amandemen di konstitusi wilayahnya MPR, dan mengenai apa saja yang akan dilakukan dalam amandemen itu haknya MPR," kata Fadjroel di Makassar, Kamis (2/9).

Fadjroel mengaku sudah berdiskusi dengan Jokowi mengenai hal itu. Fadjroel mengatakan bahwa Jokowi tegak lurus pada UUD 1945 dan agenda reformasi 1998.


JoMan Dukung Masa Jabatan Presiden Ditambah, PKS: Jangan Merasa Jadi Superman

"Saya pribadi sudah berdiskusi dengan Pak Presiden, dan Pak Presiden kemudian menyampaikan bahwa beliau tegak lurus UUD 1945 dan agenda reformasi 1998, karena kan pasal 7 yang mengatakan presiden dan wapres itu mendapat jabatan 2 kali," ujarnya.

Fadjroel mengatakan bahwa Jokowi tidak berminat memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode.

"Jadi Presiden itu tegak lurus dan setia pada UUD 45. Kemudian Presiden itu memenuhi semua amanah agenda reformasi 98. Presiden sudah dua kali menyampaikan bahwa pertama beliau menyatakan tidak berminat sama sekali, kemudian kedua beliau mengatakan tetap setia pada UUD 45, dan beliau tidak punya niat tiga periode dan perpanjangan, sama sekali tidak," imbuhnya.

Jokowi Diminta Bebaskan Munarman, Jubir: Jangan Pernah Undang Presiden untuk Campuri Yudikatif

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata