logo


Pasukan Front Perlawanan Nasional Akan Terus Perangi Taliban, Perang Sipil Afghanistan?

Pasukan pemberontak Front Perlawanan Nasional menyatakan jika negosiasi mereka dengan Taliban dalam upaya pembentukan pemerintahan di Afghanistan sejauh ini masih belum membuahkan hasil

2 September 2021 13:00 WIB

Gerakan pemberontak anti-Taliban yang menamakan diri mereka sebagai Front Perlawanan Nasional
Gerakan pemberontak anti-Taliban yang menamakan diri mereka sebagai Front Perlawanan Nasional Sputniknews

KABUL, JITUNEWS.COM - Pasukan pemberotak anti-Taliban yang beroperasi di provinsi timur laut Afghanistan, Panjshir, pada Rabu (1/9) menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya melawan Taliban, yang kini menguasai pemerintahan Afghanistan, karena negosiasi mereka tidak membuahkan hasil.

Sebelumnya, juru bicara Taliban Mohammad Naeem mengatakan kepada Sputnik bahwa gerakan pemberontak yang menamakan diri mereka sebagai Front Perlawanan Nasional tersebut tidak akan mengambil-alih wilayah Panjshir dengan paksaan. Pernyataan tersebut menepis laporan media bahwa para pemimpin pemberontak telah menyatakan negosiasi gagal dan Taliban berencana untuk memaksa masuk ke provinsi Panjshir.

"Setelah negosiasi gagal dan serangan Taliban terakhir, diputuskan bahwa negosiasi selesai dan pertempuran melawan Taliban akan berlangsung di Panjshir dan wilayah lain di Afghanistan," kata Front Perlawanan Nasional dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputniknews.


Menyusup ke Taliban, Apa Tujuan BIN?

Menurutnya, Taliban sudah menawarkan satu atau dua kursi di pemerintahan yang mereka coba bentuk, tetapi perlawanan menolak tawaran itu.

Untuk diketahui, wilayah Panjshir merupakan basis dari kubu Front Perlawanan Nasional, yang dipimpin oleh Ahmad Massoud, putra mendiang mantan komandan gerilya legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud, dan mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Afghanistan.

Massoud berjanji untuk mengundurkan diri jika Taliban berhasil membentuk pemerintahan inklusif dan menjamin persamaan hak bagi semua warga Afghanistan.

China Tuding Washington Pertahankan Mentalitas Perang Dingin terhadap Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia