logo


Jerman Sebut Nord Stream 2 Bakal Bikin Eropa-Rusia Saling Ketergantungan

Diplomat Jerman mengatakan jika proyek jalur pipa gas Nord Stream 2 akan membuat Rusia-Eropa saling diuntungkan

31 Agustus 2021 22:05 WIB

Jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2
Jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2 Sputnik

BERLIN, JITUNEWS.COM - Diplomat Jerman, Christoph Heusgen, meyakini jika proyek pembangunan jalur pipa gas Nord STream 2 akan membuat Eropa dan Rusia menjadi saling ketergantungan. Hal itu ia sampaikan pada Selasa (31/8) kepada para wartawan.

"Seperti dalam kasus perjanjian investasi [UE] dengan RRC (China), saling ketergantungan dengan Rusia akan terjalin melalui proyek Nord Stream 2, itu saling menguntungkan," kata Heusgen.

Ia menambahkan bahwa setelah Berlin dan Washington membuat pernyataan bersama pada bulan Juli, akhirnya ada mekanisme untuk mencegah Rusia memblokir pasokan gas ke Ukraina.


Angkatan Udara Inggris Siap Lancarkan Serangan terhadap ISIS di Afghanistan

"Dalam hal ini, masih mungkin untuk menghentikan Nord Stream 2. Tapi, saya tidak tahu bagaimana ini akan diterapkan dalam praktiknya," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Kerjasama Ekonomi Luar Negeri Rusia, Dmitry Birichevsky, mengatakan bahwa proses pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 yang akan mengalirkan gas Rusia ke Jerman, akan segera selesai dalam hitungan pekan.

"Proyek tersebut hampir sepenuhnya selesai. Masih ada beberapa pekan sebelum penyelesaian fisik konstruksinya," kata Birichevsky

Senada dengan pernyataan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan jika proses pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 saat ini sudah mencapai 99 persen.

"Ada 15 kilometer (pipa yang harus disambungkan) di seluruh dasar laut. Anda bisa mengatakan bahwa proyek ini hampir selesai," kata Putin dalam konferensi pers usai bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengaku sangat tidak senang dengan kesepakatan yang sudah dicapai oleh AS dan Jerman, yang mengijinkan pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 untuk dilanjutkan. Ia akan terus berupaya mencegah jalur pipa tersebut beroperasi.

"Tapi ini masih jauh, bahkan jika 1% dari pekerjaan tetap sampai selesainya Nord Stream 2. Untuk membangun pipa gas adalah satu hal dan untuk meluncurkannya adalah hal lain, itu membutuhkan waktu. Perlu untuk mematuhi hukum internasional dan standar energi internasional. Jaminan juga harus diperhatikan. Kami akan menggunakan waktu ini untuk melindungi kepentingan kami sendiri," kata Zelensky.

Zelensky meyakini Nord Stream 2 akan sangat merugikan Ukraina. Pasalnya, mereka tidak akan lagi menerima mendapatkan pemasukan dari tarif transit pengiriman pasokan gas alam Rusia tersebut. Terlebih, Nord Stream 2 juga akan membuat pasokan gas ke Ukraina menjadi berkurang, sehingga harga gas di negara tersebut melambung tinggi.

"Nord Stream 2 adalah sebuah senjata (Rusia). Moskow bisa memicu terjadinya kelangkaan pasokan di pasar gas dan hal itu membuat harga meroket. Pada hari ini, tidak perlu membeli senjata mesin untuk merusak sebuah negara. Anda bisa menggunakan instrumen ekonomi," tukasnya.

Sindir AS, China Sebut Pemaksaan Demokrasi dan Intervensi Militer ke Negara Lain adalah Hal yang Sia-sia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia