logo


Pinjol Ilegal Kian Meresahkan, DPR: Kejahatan Ini Tidak Bisa Dibiarkan

Saya sudah melihat, ini berbahaya untuk rakyat

31 Agustus 2021 18:22 WIB

Anggota Komisi II DPR RI, Syamsurizal
Anggota Komisi II DPR RI, Syamsurizal Jitunews/Herumuawin

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR RI, Syamsurizal, meminta pemerintah mengambil sikap terhadap keberadaan aplikasi Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang kian meresahkan, bahkan ada yang berakhir tragis.

"Saya sudah melihat, ini berbahaya untuk rakyat, bahkan ada yang sudah bunuh diri. Bayangkan ada satu kasus, pinjam 3 juta pada awal tahun 2021 selang 6 bulan meningkat hutangnya menjadi ratusan juta, inikan tidak benar," ujar Ketua DPW PPP Riau ini, Selasa (31/8/2021).

Dengan banyaknya kejadian terhadap keberadaan Pinjol ini, Mantan Bupati Bengkalis dua periode ini meminta supaya aparat penegak hukum melakukan pencegahan terhadap keberadaan Pinjol illegal.


Dukung Bareskrim Sikat Pinjol Ilegal, Gerindra: Keberadaan Satgas OJK Tidak Maksimal

"Kita dari PPP meminta pihak kepolisian, MUI dan lembaga keuangan lainnya turun dan segera tertibkan, jangan sampai makin banyak korban, kasihan rakyat kita," ujar Syamsurizal.

Apalagi pola penagihan hutang oleh pemilik aplikasi, dinilai Syamsurizal sangat tidak manusiawi, dimana mereka mengintimidasi dan menyalahgunakan data konsumennya yang ada di hp.

"Kejahatan seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena ini pelanggaran yang meresahkan masyarakat, sangat tidak baik untuk ekonomi nasional dengan bunga yang mencekik rakyat seperti itu," jelasnya.

Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah tergoda dengan rayuan pinjol yang berseliweran di dunia maya tersebut, hendaknya melihat dulu kejelasan aplikasi tersebut apakah terdaftar secara resmi atau ilegal.

"Artinya masyarakat kita juga dituntut untuk lebih cerdas dan teliti, sehingga jangan sampai menjadi korban lagi, sementara untuk yang ilegal tentu harus segera ditertibkan penegak hukum," tukasnya.

4 Gaya Hidup yang Membuat Penggunaan Pinjaman Online Makin Bermanfaat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar