logo


Ungkap Isi Pertemuan, Ketum PAN Sebut Jokowi Bicara soal Lembaga yang Merasa Paling Berkuasa

Zulkifli Hasan menyampaikan isi pertemuan partai koalisi dengan Presiden Joko Widodo

31 Agustus 2021 14:40 WIB

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyampaikan isi pertemuan partai koalisi dengan Presiden Joko Widodo. Zulkifli mengatakan bahwa Jokowi mengeluhkan lembaga tinggi merasa paling berkuasa.

"Dan pada waktu pertemuan itu, saya kira sudah beredar rekamannya, Presiden menyampaikan yang dihadapi oleh bangsa ini. Satu mengenai Covid, dua mengenai ekonomi, ketiga mengenai hubungan pusat-daerah," kata Zulhas dalam Rakernas PAN di Rumah PAN, Jakarta Selatan, Selasa (31/8).

"Ada beberapa bicara, 'Wah, kita kalau gini terus, ribut, susah, lamban. Bupati nggak ikut gubernur. Gubernur nggak ikut macem-macem-lah ya'. Merasa KY lembaga paling tinggi, paling kuat, MA nggak. MA merasa paling kuasa, MK nggak. MK katanya yang paling kuasa. DPR paling kuasa. Semua merasa paling kuasa," lanjutnya.


Zulkifli Hasan Sebut PAN Berperan Penting Jadi Jembatan Pemerintah dengan Umat Islam

Zulkifli mengatakan bahwa setelah 23 tahun berjalan, amandemen UUD 1945 perlu dievaluasi.

"Jadi, setelah 23 tahun, hasil amandemen itu menurut saya memang perlu dievaluasi. Termasuk demokrasi kita ini, kita mau ke mana, perlu dievaluasi," ujar Zulhas.

"Ada juga yang mengatakan, 'Wah, kita cocoknya perlu demokrasi terpimpin'. Ada yang bicara gitu. Saya menyampaikan, kalau mau dikasih istilah, jelas dong sila keempat itu 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawartan Perwakilan'. Jadi, kalau mau, kita ini memang demokrasi yang musyawarah, demokrasi dimusyawarahkan, dipimpin oleh orang yang punya hikmah. Nah, hikmah itu ilmunya cukup, imannya kuat, sehingga punya wisdom, punya kebijaksanaan," pungkasnya.

Tanggapi Ketum PAN, PPP: Bersama-sama Menjadi Jembatan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata