logo


Minta Jokowi Tak Buru-buru soal Pembangunan Ibu Kota Baru, Muhammadiyah: Sebaiknya Setelah Pandemi

Muhammadiyah menyarankan Presiden Joko Widodo agar pembangunan Ibu Kota Negara baru tidak tergesa-gesa

31 Agustus 2021 11:01 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyarankan Presiden Joko Widodo agar pembangunan Ibu Kota Negara baru tidak tergesa-gesa. Ia menyarankan hal itu dilakukan setelah pandemi Covid-19 membaik.

"Pembangunan Ibu Kota baru sebaiknya mempertimbangkan timing, tidak tergesa-gesa, sebaiknya setelah pandemi sudah relatif membaik," kata Mu'ti kepada wartawan, Selasa (31/8).

Muhammadiyah mengapresiasi kebijakan pemerintah menangani Covid-19. Mu'ti menjelaskan beberapa kendala yang dialami dalam pelaksanaan vaksinasi.


Jokowi Bertemu 6 Petinggi Parpol, Fadjroel Rachman: Kalau Ada Reshuffle Disampaikan Langsung

"Muhammadiyah mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19; perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak euforia karena walaupun kasus sudah menurun tetapi pandemi belum berakhir; masih adanya kendala teologis, politik, dan teknis pelaksanaan vaksinasi, khususnya ketersediaan vaksin dan tenaga vaksinator; peningkatan kerja sama dan partisipasi masyarakat," ujar Mu'ti.

Mu'ti mengatakan bahwa Jokowi menyampaikan tiga poin penting dalam pertemuan tersebut. Mulai dari pandemi Covid-19 hingga pembangunan Ibu Kota Negara baru.

"Pertama, penjelasan tentang kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, terutama terkait dengan PPKM, vaksinasi, dan keadaan pandemi. Kedua, situasi ekonomi secara umum. Ketiga, rencana pembangunan Ibu kota negara," ujar Mu'ti.

Heran dengan Tindakan Jokowi, PKS: Mural Rakyat Dihapus, Puja-puji Minim Data Justru Dipublikasikan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata