logo


Ngabalin Sebut Yahya Waloni 'Sampah Buangan Intoleran', Musni Umar: Seorang Terpelajar Bicaralah yang Baik

Musni Umar meminta Ngabalin berhenti menghujat Waloni dan mempercayakan kasus penistaan agama pada penegak hukum.

30 Agustus 2021 20:15 WIB

Musni Umar
Musni Umar twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menyayangkan ulah Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut Yahya Waloni sebagai ‘sampah buangan intoleran’. Menurutnya, tindakan Ngabalin itu tak patut ditiru.

Musni Umar mengatakan, Ali Ngabalin sebagai orang terpelajar semestinya mengedepankan kata-kata yang baik dalam berbicara.

“Seorang terpelajar bicaralah yang baik, yang mencerahkan, menyadarkan dan memberi nasihat,” ujarnya lewat akun Twitter @musniumar, disitat Senin (30/8).


Yahya Waloni Masih Dirawat di RS Kramat Jati, Bagaimana Perkembangan Kasus Hukumnya?

Ahli sosiologi itu juga meluruskan anggapan Ngabalin bahwa Waloni bukan orang terpelajar. “Dr Yahya Waloni, http://S.Th. http://M.Th., juga sangat terpelajar,” terusnya.

Musni Umar lantas meminta Ngabalin berhenti menghujat Waloni dan mempercayakan kasus penistaan agama pada penegak hukum.

“Tidak usah dihujat, sudah diproses hukum ikuti saja sidang di PN (Pengadilan Negeri),” tandasnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin ikut menanggapi penangkapan Yahya Waloni atas kasus penistaan agama.

Dilansir dari akun Twitter @AliNgabalinNew, dia menyebut Yahya Waloni sebagai sosok intoleran yang kadar keilmuwannya sangat minim. Sehingga, apa yang terucap hanya kalimat-kalimat sok pintar.

“Sampah-sampah buangan intoleran, ilmu yang dangkal dan sok pintar,” kicau Ngabalin dengan menyertakan foto Yahya Waloni dan Muhammad Kece.

Masih Dirawat di RS, Yahya Waloni Berniat Ajukan Penangguhan Penahanan

Halaman: 
Penulis : Iskandar