logo


Jokowi Bertemu 6 Petinggi Parpol, Fadjroel Rachman: Kalau Ada Reshuffle Disampaikan Langsung

Fadjroel Rachman menegaskan bahwa semua pihak saat ini tengah fokus menangani pandemi Civid-19.

30 Agustus 2021 05:30 WIB

kompas.com

MAKASSAR, JITUNEWS.COM -  Juru bicara presiden, Fadjroel Rachman mengatakan bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan enam petinggi partai politiki koalisi beberapa waktu lalu tidak ada kaitannya dengan rencana perombakan kabinet atau reshuffle. Ia menegaskan bahwa semua pihak saat ini tengah fokus menangani pandemi Civid-19.

"Nah, tidak ada pembicaraan mengenai reshuffle, tidak ada. Reshuffle itu adalah hak prerogatif presiden, tapi saya sampai hari ini mengatakan presiden dan seluruh menteri dalam kabinet Indonesia Maju itu fokus menangani Covid, terutama perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan kesehatan," kata Fadjroel di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (29/8/2021).

Fadjroel mengatakan apabila seandainya ada perombakan kabinet, maka hal tersebut akan disampaikan secara langsung oleh presiden. Ia mengatakan bahwa perombakan kabinet adalah hak prerogratif presiden.


ICW: Berharap Presiden Jokowi Segera Mengambil Sikap terkait Polemik Kekisruhan di Tubuh KPK

"Jadi kalau nanti misalnya ada reshuffle atau perombakan kabinet itu yang akan menyampaikan langsung presiden. Saya hanya akan menyampaikan atau menjelaskan setelah presiden berbicara kepada publik. Sampai hari ini semuanya bekerja sepenuhnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Fadjroel mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dengan sejumlah parpol koalisi termasuk PAN beberapa waktu lalu yaitu membahas terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Kemarin saya bicara dengan Waketum PAN, Yandri Susanto, pada intinya pertemuan di Istana Bogor, itu presiden kan mengundang enam ketum dan sekjen parpol koalisi dan sekaligus mengundang Pak Zul sebagai dari PAN. Pada intinya presiden berbicara mengenai bagaimana penanganan Covid, termasuk soal sekolah tatap muka, karena kemarin presiden menyampaikan semua bagaimana penanganan Covid sehingga bisa diketahui oleh para parpol," jelasnya

 

Bikin TikTok untuk Sosialisasi Warga, Zulhas: Baliho Sudah Nggak Zaman!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati