logo


Hari Ini Sidang Vonis Pimpinan KPK Lili Pintauli, MAKI: Terbukti Bersalah, Pecat!

MAKI juga akan melaporkan Lili ke Bareskrim Polri terkait dugaan pidana pelanggaran pasal 36 UU KPK Nomor 30 Tahun 2002.

30 Agustus 2021 05:00 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Senin (30/8/2021), Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan terkait dugaan pelanggaran kode etik Lili dalam kasus suap Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial. Ia diduga melanggar prinsip Integritas yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar Dewan Pengawas (Dewas) KPK menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan apabila Lili Pintauli dinyatakan bersalah melanggar kode etik.

"MAKI meminta Dewas KPK untuk menjatuhkan sanksi maksimal berupa pemecatan apabila dinyatakan terbukti bersalah melanggar kode etik berat. Sanksi terberat Dewas KPK adalah permintaan pengunduran diri kepada teradu yang bisa dipahami sebagai pemecatan," kata  Boyamin Saiman dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).


Minta Jokowi Tak Ditarik-tarik di Polemik TWK KPK, Moeldoko: Langkah KPK Sesuai Keinginan Presiden

Boyamin mengatakan apabila Lili terbukti bersalah, pihaknya akan melapor ke Bareskrim Polri terkait dugaan pidana pelanggaran pasal 36 UU KPK Nomor 30 Tahun 2002. Dimana dalam pasal tersebut, pimpinan KPK dilarang melakukan hubungan langsung maupun tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani KPK.

"Apabila Lili Pintuli Siregar dinyatakan bersalah oleh Dewas KPK, maka selanjutnya MAKI berencana mengambil opsi untuk melapor kepada Bareskrim Polri," ujarnya.

ICW: Berharap Presiden Jokowi Segera Mengambil Sikap terkait Polemik Kekisruhan di Tubuh KPK

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati