logo


Rusia Tak Akan Biarkan Kapal Perang Asing Kembali Terobos Wilayah Teritorinya

Duta besar Rusia untuk Inggris mengatakan bahwa akan sangat sulit bagi kapal perang Inggris untuk kembali memasuki wilayah teroritorinya tanpa ijin

27 Agustus 2021 15:45 WIB

Kapal Perang Inggris HMS Defender
Kapal Perang Inggris HMS Defender istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Duta besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, mengatakan bahwa akan sangat sulit bagi kapal perang milik pasukan Inggris untuk dapat memasuki wilayah perairan Rusia di dekat Semenanjung Crimea tanpa terdeteksi. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan BBC terkait insiden HMS Defender dengan militer Rusia di Laut Hitam beberapa waktu lalu.

"Lain kali, kami tidak mengatakan jika kami bisa menembak...seperti yang dikatakan oleh beberapa anggota parlemen, tapi...akan menjadi lebih sulit bagi mereka (militer Inggris) karena ini bukan kali pertama kapal Inggris melakukan hal ini (masuk ke wilayah perairan Rusia)," ujar Kelin.

Diplomat tersebut mencatat bahwa kapal perang Inggris, HMS Defender, telah memasuki wilayah Rusia tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mematuhi aturan hukum yang berlaku di RUsia.


Wapres AS Desak Vietnam Tekan China, Begini Respons Beijing

"Ini bukanlah tindakan pelayaran yang tak berdosa, seperti yang diklaim oleh pemerintahan anda," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah Inggris mengklaim jika kapal perang HMS Defender sama sekali tidak memasuki wilayah Rusia, dan masih berada di wilayah teritorial Ukraina.

Selama kegiatan latihan militer NATO, Sea Breeze-2021 di Laut Hitam, Angkatan Laut Rusia memantau dengan cermat pergerakan kapal-kapal militer asing yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Di awal tahap latihan pada akhir Juni lalu, kapal perusak milik militer Inggris, HMS Defender, telah menerobos wilayah teritorial Rusia di dekat Tanjung Fiolent di Crimea. Angkatan Laut Rusia segera menanggapi insiden itu dengan melepaskan tembakan peringatan untuk mengalihkan kapal.

Pemerintah Inggris terus membantah jika Rusia melepaskan tembakan peringatan, meskipun dinas keamanan Rusia sudah merilis rekaman video yang mengkonfirmasi laporan insiden tersebut.

Sudah Berlakukan Lockdown, Kasus Covid-19 di Australia dan Selandia Baru Tetap Naik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia