logo


Sudah Berlakukan Lockdown, Kasus Covid-19 di Australia dan Selandia Baru Tetap Naik

Selandia Baru dan Australia terus mengalami peningkatan kasus Covid-19 meski kedua negara sudah memberlakukan lockdown secara ketat

27 Agustus 2021 15:15 WIB

Lockdown
Lockdown The New Daily

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus infeksi Covid-19 masih terus meningkat di Australia dan Selandia Baru meski kedua negara tersebut sudah memberlakukan kebijakan lockdown secara ketat sejak awal masa pandemi hingga saat ini. Peningkatan kasus tersebut tak lepas dari penyebaran varian Delta.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, pada pekan lalu bahkan telah memberlakukan kembali aturan lockdown secara nasional guna menekan penyebaran varian Delta. Sementara Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan jika Australia saat ini tengah berupaya melonggarkan kebijakan pembatasan sosial tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk hidup berdampingan dengan virus, tidak untuk hidup di dalam ketakutan akan (virus) ini," kata Morrison pada Senin awal pekan ini, dikutip Sputniknews.


NASA Berharap Rusia Tetap Gunakan ISS Hingga 2030

"Kita harus memutus lingkaran ini," tambahnya.

Sementara itu, Jacinda Ardern juga mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa terus-terusan memberlakukan kebijakan lockdown untuk mengeliminasi varian Delta dan meningkatkan program vaksinasi guna mencapai situasi herd-immunity.

"Tidak ada seseorang pun yang ingin menggunakan kebijakan lockdown selamanya...Itu bukan niat kami," ujar Ardern.

"Tapi, sementara kita melakukan vaksinasi, (kebijakan) eliminasi (varian Delta) adalah tujuannya," imbuh Ardern.

Menanggapi pernyataan Ardern tersebut, Morrison mengatakan:

"Setiap negara dan kawasan yang berpikir jika mereka dapat melindungi diri mereka dari Covid-19 dengan varian Delta-nya selamanya, itu adalah hal yang konyol."

"Maksud saya, Selandia Baru tidak dapat melakukannya. Mereka telah mengikuti strategi eliminasi. Mereka memberlakukan lockdown. Satu-satunya langkah untuk melewati situasi ini adalah dengan memvaksinasi 70 hingga 80 persen (penduduk) dan membuka (perekonomian) dengan hati-hati," kata Morrison.

Wapres AS Desak Vietnam Tekan China, Begini Respons Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia