logo


Elektabilitas Gerindra Naik Saat PDIP Turun, Survei Politik: Publik Anggap Prabowo di Luar Pemerintahan

Ppublik masih beranggapan Prabowo sebagai tokoh yang berada di luar pemerintahan.

26 Agustus 2021 09:33 WIB

Joko Widodo dan Prabowo Subianto
Joko Widodo dan Prabowo Subianto Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indikator Politik Indonesia baru saja merilis elektabilitas sejumlah tokoh beserta partai politik menjelang Pilpres 2024. Brdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo menurun 5 persen sejak April 2021. Hal tersebut, sejalan dengan penurunan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"PDIP meskipun peringkat pertama, tapi turun dibanding bulan April. Bulan April angkanya 27. Salah satu penjelasannya adalah approval terhadap pemerintah waktu survei dilakukan akhir Juli sampai awal Agustus memang sedang turun," kata Direktur Eksekutif Indikator Poliitik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers soal hasil survei, Rabu (25/8/2021).

Sementara itu, elektabilitas Partai Gerindra yang dulu menjadi rival PDIP namun saat ini masuk dalam koalisi pemerintahan naik dari 9,8 persen menjadi 12,8 persen.


Viral Aksi Vandalisme Open BO di Baliho Puan Maharani, Polisi Langsung Bergerak

"Saat tren kepuasan pemerintah menurun, justru Gerindra elektabilitasnya meningkat. Satu penjelasannya tadi adalah di memori publik Gerindra itu belum dianggap sebagai partai pendukung pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto justru meingkat dari 19,3 persen menjadi 26,2 persen. Ia mengatakan bahwa publik masih beranggapan Prabowo sebagai tokoh yang berada di luar pemerintahan.

"Meskipun Pak Prabowo secara formal telah masuk pemerintah, tetapi persepsi publik masih dianggap sebagai tokoh yang berada di luar (pemerintahan)," jelasnya.

Tak Persoalkan Pembentukan FPI Baru, Politikus PDIP: Yang Penting Tak Bertentangan dengan UU

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati