logo


Wapres AS Desak Vietnam Tekan China, Begini Respons Beijing

Wakil Presiden AS diketahui tengah mengadakan kunjungan ke Singapura dan Vietnam pada pekan ini untuk meningkatkan kerja sama strategis AS dengan negara-negara di Asia Tenggara, untuk memperkuat posisi AS di kawasan

25 Agustus 2021 21:00 WIB

Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Presiden Vietnam Nguyen Xuang Phuc
Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Presiden Vietnam Nguyen Xuang Phuc RT.com

HANOI, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, mendesak pemerintah Vietnam untuk terus menekan China. Hal itu ia sampaikan saat dirinya berkunjung ke Hanoi pada Rabu (25/8) untuk bertemu dengan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

"Kita perlu menemukan langkah untuk menekan dan meningkatkan tekanan, jujur saja, terhadap Beijing, (sehingga mereka) mematuhi konvensi PBB atas Undang-undang kemaritiman, serta menjadikannya tantangan terhadap tindakan bullying dan klaim maritim mereka yang terlalu berlebihan," kata Harris, dikutip RT.com.

Wakil Presiden Joe Biden tersebut juga mengatakan bahwa AS berencana meningkatkan kerja sama strategis dengan Vietnam dan membantu Hanoi dalam mempertahanlan kepentingan nasional mereka di Laut China Selatan.


Taliban Kuasai Afghanistan, Dubes Finlandia: Saya Masih Tidak Memahami Bagaimana Ini Bisa Terjadi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, merespon pernyataan Kamala Harris tersebut dengan mengkritisi keputusan AS menarik pasukan militernya dari Afghanistan yang berujung dengan kekacauan.

Wang mengatakan bahwa Washington "secara sepihak" bisa menginvasi negara lain dan kemudian meninggalkannya tanpa berkonsultasi dengan komunitas internasional, sementara terus "memaksa dan mem-bully" negara-negara lainnya.

"Inilah jenis tatanan yang diinginkan oleh AS," ujar Wang Wenbin.

Sementara itu, surat kabar milik pemerintah China, The China Daily, dalam artikel editorialnya menuliskan jika Kamala Harris berniat meningkatkan ketegangan di kawasan dengan menghasut negara Asia Tenggara untuk membenci China dan menuduh China telah melakukan tindak pemaksaan dan intimidasi di kawasan.

 

NASA Berharap Rusia Tetap Gunakan ISS Hingga 2030

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia