logo


Wapres AS Tak Mampir ke Indonesia, Demokrat: Tentu Ini Jadi Citra Buruk

Demokrat menduga bahwa hal tersebut lantaran Indonesia memiliki citra buruk terhadap penanganan Covid-19.

25 Agustus 2021 09:55 WIB

Wapres AS Kamala Harris
Wapres AS Kamala Harris CNN

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat (PD) Rizki Natakusuma turut menanggapi kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Kamala Harris ke Singapura dan Vietnam beberapa waktu lalu, namun tidak mampir ke Indonesia. Ia menduga bahwa hal tersebut lantaran Indonesia memiliki citra buruk terhadap penanganan Covid-19.

"Yang menjadi kekhawatiran kami ini bisa terlihat sebagai cerminan dari pengendalian atau pelaksanaan pemulihan pandemi, bisa dilihat sebagai cerminan kesiapan negara kita dalam mengatasi pandemi covid-19. Tentu ini menjadi citra buruk, apalagi beberapa waktu lalu baik Presiden Trump sebelum beliau turun jabatan ataupun Presiden Biden sudah mengeluarkan statemen terkait dengan Indonesia yang kurang apik untuk didengar," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Rizki mengatakan bahwa sebenarnya banyak hal yang bisa dibahas apabila Wapres AS berkunjung ke Indonesia. Ia menyebut Indonesia dan Amerika memiliki banyak perjanjian-perjanjian baik dalam bidang pertahanan, perdagangan, maupun dalam bidang hubungan luar negeri.


Mencintai Indonesia itu Mudah, Ferdinand: Jangan Jadi Orang Asing

"Yang dibahas di situ salah satunya konflik di Laut Tiongkok Selatan, ini kan kita memang bukan salah satu negara yang terlibat secara langsung diprahara konfliknya. Tapi kita mempunya kepentingan yang sangat besar di Laut China Selatan, karena kita berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan tersebut," ujarnya.

"Jadi sebenarnya banyak yang bisa dibahas, menjadi kerugian menurut saya jika karena kekuarangan dari kesiagaan pemerintah Republik Indonesia dalam menanggulangi Covid-19, pertemuan antara 2 kepala negara, antara Kamala Harris dengan kepala negara Indonesia atau Pak Jokowi ini tertunda karena kurang atau minimnya penanggulangan covid-19 di Indonesia," lanjutnya.

Andi Arief: Jelang 2024 Partai Demokrat Kembali Akan Ditenggelamkan Lewat Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati