logo


Jangan Tiba-tiba Isoman, Warga Harus Ikuti Keputusan Nakes

Ada kriteria tersendiri soal pasien Covid-19 diperbolehkan isoman.

25 Agustus 2021 07:00 WIB

Ilustrasi isolasi mandiri
Ilustrasi isolasi mandiri rri.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Keputusan untuk isolasi mandiri ketika terpapar Covid-19 tidak bisa ditentukan secara sepihak. Masyarakat seharusnya menjalani isoman berdasarkan pertimbangan dari tenaga kesehatan.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan upaya itu dilakukan untuk menekan tingkat kematian saat isoman.

"Kita lakukan edukasi, bahwa masyarakat harus tahu keputusan isoman itu bukan dilakukan masyarakat, keputusan itu seharusnya dilakukan oleh nakes," kata Nadia, dilansir dari kanal YouTube Antara TV Indonesia, Rabu (25/8).


Dituding Terpapar Covid-19 Gegara Rajin Olahraga, Deddy Corbuzier Tegaskan Hal Ini

Nadia memaparkan, kriteria pasien yang boleh isoman adalah pasien dengan tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan, tidak memiliki komorbid, berusia kurang dari 45 tahun, dan memiliki rumah yang ideal untuk menjalani isoman.

Saat isoman, mereka harus konsisten menjaga pola makan dan mengonsumsi obat.

Untuk penderita covid-19 di luar kriteria itu, mesti melapor kepada Satuan Tugas (Satgas) di tingkat terkecil seperti RT/RW. Pelapor akan diarahkan ke tempat isolasi terpusat untuk memperoleh penanganan terbaik.

"Baik itu di isolasi terpusat yang ditunjuk oleh pemerintah, maupun isolasi terpusat yang ada di balai desa. Seperti itu yang kita lakukan dalam mengurangi terkait kematian yang masih cukup tinggi," ujar Nadia.

Sangat Berhati-hati, Kemensos Upayakan Bansos Yatim Tidak Dicurangi

Halaman: 
Penulis : Iskandar