logo


AS dan Sekutunya Lakukan Pelanggaran HAM di Afghanistan, China Minta Dewan HAM PBB Bertindak

Duta besar China untuk PBB mendesak Dewan HAM untuk menginvestigasi dugaan tindak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pasukan koalisi NATO selama dua puluh tahun menginvasi Afghanistan

24 Agustus 2021 20:04 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi ABC.net

JENEWA, JITUNEWS.COM - Duta besar China untuk PBB, Chen Xu, telah mendesak Dewan HAM PBB untuk segera meneliti dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pasukan militer AS, Inggris, Australia, selama mereka menginvasi Afghanistan selama dua dekade terakhir. China juga mendesak agar negara-negara tersebut diadili jika terbukti melakukan tindakan ilegal tersebut.

Chen Xu menambahkan bahwa invasi selama dua puluh tahun tersebut telah menunjukkan bahwa kepada dunia jika operasi militer bukanlah cara untuk menyelesaikan permasalahan dan hanya membuat stabilitas kawasan menjadi rusak, begitu juga dengan hak asasi manusia.

"Di bawah panji demokrasi dan hak asasi manusia, AS dan negara-negara lain melakukan intervensi militer di negara-negara berdaulat lainnya dan memaksakan model (pemerintahan) mereka sendiri di negara-negara dengan sejarah dan budaya yang sangat berbeda", kata utusan China untuk PBB tersebut, seraya menambahkan bahwa tindakan semacam itu telah membawa "penderitaan besar" bagi rakyat Afghanistan.


Wapres AS Ungkap Maksud dan Tujuan China Terus Intimidasi Laut China Selatan

Pada tahun 2010 lalu, WikiLeaks diketahui telah merilis ribuan dokumen AS, terkait dengan kampanye militer di Afghanistan, yang mengungkapkan bahwa pasukan NATO tidak hanya terlibat dalam pembunuhan warga sipil tak bersenjata, tetapi mereka juga tidak selalu melaporkan insiden semacam ini.

Skandal lain muncul pada tahun 2020, ketika media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa Angkatan Darat Australia telah memecat 13 prajurit, setelah mereka diketahui minum bir dari kaki palsu seorang tentara Taliban yang tewas di sebuah bar di Afghanistan. The Guardian mengklaim bahwa sekelompok prajurit pasukan khusus Australia terlibat dalam praktik memalukan pada beberapa kesempatan selama mereka bertugas di Afghanistan.

AS Bekukan Aset Afghanistan, China: Tidak Bermoral

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia