logo


PDIP Singgung Pemilu 2009 Saat Bertemu Gerindra, Pengamat: Menyindir SBY dan Demokrat

Pengamat sebut ada 3 hal yang bisa ditangkap dari hal itu

24 Agustus 2021 18:45 WIB

Hasto Kristiyanto dan Muzani
Hasto Kristiyanto dan Muzani Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengajak Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, ke Kalimantan untuk meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19. Hal itu dilakukan saat PDIP dan Partai Gerindra menggelar pertemuan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menyebut ada tiga hal yang bisa ditangkap. Pertama mengenai Pemilu 2024 dan juga amandemen UUD 1945.

"Publik menangkapnya tiga hal. Pertama, kemungkinan pemantapan penjajakan menuju jalan panjang 2024 karena tensi pilpres mulai menggeliat dinamis. Termasuk juga kemungkinan membahas isu mutakhir soal amandemen UUD 45," kata Adi Prayitno kepada wartawan, Selasa (24/8).


Gelar Pertemuan dengan Gerindra, PDIP: Membuka Diri untuk Berdialog

Adi juga menangkap ada nuansa romantisme historis 2009 dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu juga menambah erat persahabatan PDIP dan Gerindra.

"Kedua, ada nuansa romantisme historis 2009 duet MegaPro dalam pertemuan itu sebagai upaya menambah lem perekat pertalian persahabatan kedua partai biar makin mesra. Perasaan senasib sepenanggungan membuat kedua partai bisa makin mantap berkoalisi," kata Adi.

Adi juga menyebut pertemuan tersebut juga merupakan sindirian untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.

"Ketiga, menyindir SBY dan Demokrat secara tidak langsung karena mengungkit kecurangan Pilpres 2009. Sepertinya memori itu cukup lekat tak hilang sampai sekarang. Makanya diungkit dalam pertemuan tadi," ujar Adi Prayitno.

Megawati Larang Kadernya Bicara Capres 2024, Ini Kata PDIP

Halaman: 
Penulis : Admin