logo


KPK Libatkan Koruptor Jadi Penyuluh Antikorupsi, PKS: Program yang Amat Ironis

PKS heran dengan langkah KPK yang akan melibatkan para narapidana kasus korupsi untuk mencegah tindak pidana korupsi

24 Agustus 2021 13:10 WIB

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PKS heran dengan langkah KPK yang akan melibatkan para narapidana kasus korupsi untuk mencegah tindak pidana korupsi. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai program tersebut sangat ironis.

"KPK berencana menggandeng napi koruptor untuk penyuluhan antikorupsi. Program yang amat ironis jika melihat yang KPK lakukan terhadap pegawainya, seperti nasib 75 pegawai KPK yang disingkirkan melalui TWK. Ketika pegawai-pegawai tersebut 'divonis' tidak bisa diperbaiki, tapi koruptor justru sebaliknya," kata Mardani, Selasa (24/8).

Mardani menilai program tersebut seolah menempatkan koruptor sebagai korban. Mardani menyebut bahwa masyarakat menjadi korban dari kejahatan para koruptor.


Beredar Kabar Eks Koruptor Jadi Penyuluh Antikorupsi, Febri Diansyah: Sekalian Saja Jadi Pimpinan KPK

"Program yang seakan-akan menempatkan koruptor sebagai korban, padahal mereka merupakan bagian dari kejahatan elite yang didominasi mafia politik, peradilan dan dari demokrasi yang transaksional. Siapa yang sebenarnya menjadi korban dari kejahatan korupsi?" ujar Mardani.

"Publik, yang mestinya mendapatkan pelayanan dari negara tapi kerap tidak mendapatkannya. Seperti kasus korupsi bansos Covid-19, banyak masyarakat yang tidak bisa menerima bansos Covid-19 yang layak," lanjut Mardani.

Eks Koruptor Jadi Penyuluh Antikorupsi, Febri Diansyah: Ke Depannya Jadikan Mereka Pimpinan KPK

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata