logo


Sebut Hinaan Terhadap Juliari Harusnya Jadi Pemberat Hukuman, Pukat UGM: Karena Undang Kemarahan Publik

Korupsi yang dilakukan Juliari juga berdampak pada penurunan rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

24 Agustus 2021 10:10 WIB

Juliari P Batubara
Juliari P Batubara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) FH UGM, Zaenur Rohman mengatakan bahwa peringanan sanski mantan Mensos Juliari Peter Batuara dengan alasan mendapat penghinaan dari masyarakat adalah hal yang keliru. Ia menilai hinaan dari masyarakat harusnya jadi pemberat hukuman bagi Juliari.

"Menurut saya pertimbangan hakim keliru, cacian, makian, hinaan masyarakat terhadap terdakwa itu bukan merupakan aspek atau keadaan yang meringankan," kata Zaenur kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

"Justru adanya cercaan atau hinaan masyarakat menurut saya menunjukkan dampak besar dari perbuatan korupsi yang dilakukan terdakwa, yaitu adanya kemarahan masyarakat terhadap perbuatan terdakwa. Karena masyarakat dalam kondisi susah terdampak pandemi tetapi bantuan sosialnya ternyata dikorupsi oleh terdakwa," ujarnya.


ICW: Penderitaan yang Dirasakan Juliari Tidak Sebanding dengan Korban Korupsi Bansos

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Juliari menimbulkan dampak yang sangat banyak. Tidak hanya berdampak pada penerima bansos, namun kata dia, juga berdampak pada penurunan rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

"Dampak perbuatan terdakwa itu sangat banyak, pertama membuat penderitaan pada masyarakat yang seharusnya dapat menerima bansos dengan baik akhirnya kualitas turun. Kedua menggerus kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam penanganan Covid, karena masyarakat akhirnya skeptis dan rasa percaya masyarakat turun," tandasnya.

Terima 4 Laporan Dugaan Penistaan Agama Islam Muhammad Kece, Bareskrim: Lagi Diproses, Semua Digabung

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati