logo


Rawan Disalahgunakan, Cetak Kartu Vaksin Sebaiknya Dihindari

Risiko kebocoran data pribadi semakin tinggi dengan pencetakan sertifikat vaksin.

24 Agustus 2021 02:30 WIB

Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sertifikat vaksin tak perlu dicetak dalam bentuk kartu karena rawan disalahgunakan. Demikian disampaikan juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito.

“Mencetak kartu vaksin ini sebenarnya tidak diperlukan karena rawan penyalahgunaan,” ujar Wiku dalam keterangan tertulis, Senin (23/8).

Risiko kebocoran data pribadi semakin tinggi dengan pencetakan sertifikat vaksin. Pasalnya, sertifikat itu memuat nama lengkap hingga merek vaksin yang digunakan.


Keras! Deddy Corbuzier Sebut Orang Tak Percaya Dokter sebagai Idiot

Ada kekhawatiran penyedia jasa percetakan menyalahgunakan data pribadi yang tertera dalam sertifikat vaksin.

"Bisa saja penyedia jasa menyalahgunakan data Anda untuk dipakai pada berbagai hal negatif seperti mengakses pinjaman online hingga berbagai tindak kriminal lainnya," jelas Wiku.

Terlebih, mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu tak diwajibkan oleh pemerintah. Wiku mendorong setiap orang untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi bila harus menunjukkan sertifikat vaksin sebagai syarat kegiatan.

“Cukup gunakan aplikasi PeduliLidnungi. Dengan mengunggah aplikasi ini, Anda bisa dengan mudah menunjukkan sertifikat vaksin saat dibutuhkan. Selain itu, data pribadi pun aman terlindungi," pungkasnya.

Angka Kematian Covid-19 Masih Cukup Tinggi, Pemerintah Diminta Evaluasi PPKM

Halaman: 
Penulis : Iskandar