logo


Sesalkan Kritik Dianggap Perlawanan, AHY: Justru yang Tidak Merah Putih Mereka yang Hanya Diam

AHY menyayangkan bahwa pandangan kritis selalu disalahartikan oleh banyak pihak, bahkan dianggap tidak merah putih

23 Agustus 2021 17:03 WIB

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa kritik terhadap pemerintah perlu dilakukan dalam keadan apapun. Menurutnya, kritik adalah salah satu mekanisme check and balances dalam pemerintahan.

"Segenting apa pun keadaan, tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta mekanisme checks and balances harus tetap dijalankan, bagi kami sikap dan posisi kritis seperti itu adalah sesuatu yang fundamental, alasan kami sederhana dan hanya satu, yaitu Partai Demokrat ingin pemerintah sukses, karena jika pemerintah sukses maka negara dan rakyat kita akan selamat," kata AHY, dalam pidato kebangsaannya, Senin (23/8/2021).

Namun ia menyayangkan bahwa pandangan kritis selalu disalahartikan oleh banyak pihak, bahkan dianggap tidak merah putih. Padahal, kata dia, pihak yang tidak merah adalah yang hanya berdiam ketika ada kekeliruan dalam pemerintah.


Kongkow Bareng BuzzeRp di Kantor KSP, Moeldoko Dianggap Demokrat Tak Punya Adab

"Sayangnya, niat baik seperti itu sering kali disalahartikan, pandangan dan masukan kritis dianggap sebagai bentuk serangan atau gangguan atau kepentingan politik tertentu. Lebih menyakitkan jika setiap masukan dan pandangan yang berbeda dianggap sebagai bentuk perlawanan, dianggap 'tidak Merah Putih'," ucapnya.

"Menurut kami. yang 'tidak Merah Putih' adalah mereka yang hanya berdiam diri ketika tahu ada yang keliru di negeri ini atau mereka yang hanya berdiam diri menunggu pemimpinnya berbuat salah dan negaranya gagal," sambungnya.

Lebih lanjut, AHY mengatakan bahwa kritik yang kerap disampaikan Partai Demokrat sama halnya dengan kritik yang dilontarkan oleh sejumlah kalangan. Kritik tersebut disampaikan agar pemerintahan menjadi lebih baik.

"Saya rasa alasan kami tersebut sama seperti alasan yang dimiliki elemen bangsa di negara lain saat menyampaikan pandangan kritisnya termasuk para insan pers dan media, para mahasiswa dari kalangan kampus dan para civil society," pungkasnya.

Andi Arief: Jelang 2024 Partai Demokrat Kembali Akan Ditenggelamkan Lewat Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati