logo


Teheran Desak Jepang Buka Akses Aset Iran yang Beku oleh Sanksi AS

Presiden Iran mendesak pemerintah Jepang untuk mencairkan aset milik Iran yang disimpan di Tokyo

23 Agustus 2021 17:30 WIB

Presiden Iran Ebrahim Raisi
Presiden Iran Ebrahim Raisi Al Jazeera

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi, mendesak pemerintah Jepang untuk segera mencairkan aset milik Iran yang dibekukan karena sanksi AS.

“Peningkatan hubungan dengan Jepang sangat penting bagi Iran […]. Setiap penundaan dalam membuka pemblokiran terhadap aset Iran di bank-bank Jepang tidak dibenarkan,” kata Raisi dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Teheran pada Minggu (22/8).

Sanksi yang sudah dijatuhkan oleh AS terhadap sektor perbankan dan energi Iran telah membuat puluhan miliar aset milik Teheran yang disimpan di luar negeri menjadi beku dan tidak dapat diakses.


AS Kembali Jatuhkan Sanksi kepada Rusia terkait Nord Stream 2, Moskow Akan Membalas

Pada akhir April lalu, Bahram Shakouri, ketua Komite Gabungan Perdagangan Iran-Jepang, mengatakan bahwa jumlah aset milik Iran yang dibekukan di Jepang diperkirakan mencapai antara dua dan lima miliar dolar.

Seperti diketahui, pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Teheran pada 8 Mei 2018 setelah Presiden Donald Trump memutuskan membawa keluar AS dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) 2015. Keputusan Trump tersebut tentu saja memicu protes dari Iran yang kemudian memutuskan untuk tidak mematuhi aturan perjanjian JCPOA.

Dubes Rusia Ungkap Situasi yang Sebenarnya Terjadi di Ibukota Afghanistan Dibawah Rezim Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia