logo


Ingatkan soal Ceramah, Menag: Harus Edukatif dan Mencerahkan

Kemenag terus mendorong penguatan moderasi beragama di berbagai kalangan.

23 Agustus 2021 07:30 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengatakan kegiatan ceramah dan kajian harus dijadikan ruang edukasi dan pencerahan bagi masyarakat.

Melalui ceramah, pemuka agama bisa meningkatkan pemahaman publik terhadap keyakinannya masing-masing, bukan saling menghinakan ajaran agama lainnya.

“Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Minggu (22/8).


Soal Pernyataan Muhammad Kece, Menag: Melanggar Norma-norma Toleransi

Gus Yaqut menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia meminta seluruh umat untuk menghindari tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Di tengah upaya untuk terus memajukan bangsa dan menangani pandemi Covid-19, semua pihak mestinya fokus pada ikhtiar merajut kebersamaan, persatuan, dan solidaritas, bukan melakukan kegaduhan yang bisa mencederai persaudaraan kebangsaan,” ujar Ketum GP Anshor itu.

Dia memastikan Kemenag terus mendorong penguatan moderasi beragama di berbagai kalangan. Mulai dari ASN, penceramah hingga masyakarakat.

Penguatan moderasi beragama itu meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi.

“Dalam konteks ceramah agama, penguatan terhadap empat indikator moderasi ini penting dan strategis agar para penceramah bisa terus mengemban amanah pengetahuan dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang selain meneguhkan keimanan umat, juga mencerahkan dan inspiratif,” tuntasnya.

Ujaran Muhammad Kece Sesat, Gus Yaqut Minta Polisi Segera Bertindak

Halaman: 
Penulis : Iskandar