logo


'Warning' buat Taliban, NATO: Kami Tak Akan Membiarkan Teroris Mengancam Kami

NATo mengatakan bahwa mereka tetap berkomitmen dalam melawan terorisme dan tidak akan membiarkan Afghanistan menjadi negara sarang teroris

20 Agustus 2021 22:03 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sejumlah menteri luar negeri anggota NATO pada Jumat (20/8) memperingatkan Taliban untuk tidak membiarkan Afghanistan kembali menjadi lahan subur bagi terorisme, seperti dua dekade silam, yang memicu negara-negara barat menginvasi negara tersebut.

"Selama dua puluh tahun terakhir, kita sudah berhasil mencegah teroris untuk berlindung di Afghanistan, untuk kemudian merencanakan serangan," kata sejumlah menteri luar negeri NATO dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Reuters.

"Kami tak akan membiarkan teroris mengancam kami. Kami tetap berkomitmen untuk melawan terorisme," tambahnya.


Soal Jalur Pipa Gas Rusia-Jerman, Presiden Ukraina: Nord Stream 2 adalah Sebuah Senjata

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pihaknya sangat mampu untuk melakukan serangan jarak jauh terhadap organisasi-organisasi teroris di Afghanistan jika mereka berencana menyerang NATO.

"Kami memiliki kemampuan untuk menyerang kelompok teroris dari jarak jauh jika kami melihat bahwa kelompok teroris kembali mencoba untuk membangun diri mereka sendiri dan merencanakan, mengatur serangan terhadap sekutu NATO dan negara mereka," kata Stoltenberg pada hari Selasa.

Dalam pidato pembukaannya dalam pertemuan negara anggota NATO guna membahas perkembangan situasi Afghanistan pada Jumat (20/8), Stoltenberg menyebut prioritas NATO saat ini adalah untuk mengeluarkan orang-orang dari Kabul dan menjaga agar bandara di ibukota Afghanistan tersebut tetap beroperasi.

"Situasinya tetap sulit dan tidak dapat diprediksi," katanya kepada wartawan. "Tantangan utama yang kami hadapi adalah memastikan orang dapat mencapai dan memasuki bandara Kabul," tambahnya.

Gazprom Umumkan Nord Stream 2 Segera Beroperasi Tahun Ini, Harga Gas Eropa Goyah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia