logo


Moeldoko Beri Kesempatan 5 Hari ke ICW untuk Minta Maaf

ICW diberi kesempatan oleh Moeldoko untuk meminta maaf terkait tudingan bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras.

20 Agustus 2021 17:15 WIB

Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) diberi kesempatan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko untuk meminta maaf terkait tudingan bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, mengatakan bahwa informasi yang disampaikan ICW dan penelitinya, Egi Primayogha, ke publik soal Moeldoko salah. Otto mengatakan bahwa jika ICW tidak meminta maaf maka pihaknya akan melaporkan hal ini ke polisi.

"Kalau nanti sampai lima hari lagi saudara Egi dan kawan-kawan tidak mencabut pernyataan tersebut secara tegas dan tidak minta maaf kepada Pak Moeldoko, kami dengan Pak Moeldoko akan melaporkan ini kepada yang berwajib, kepada kepolisian," kata Otto dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (20/8).


Demokrat Sentil Moeldoko, Heran Pembegal Partai Bicara soal Tata Krama

Otto sendiri telah menemui ICW untuk meminta penjelasan terkait tudingan terhadap Moeldoko. ICW mengaku pernyataan mereka misinformasi. Menurut Otto, seharusnya ICW bertanggung jawab dengan menarik pernyataan mereka.

"Kalau dia sudah menyadari salah bahwa dia melakukan misinformasi, lantas melontarkannya di media massa, sepatutnyalah dia harus meralat, mencabut berita itu secara tegas dan minta maaf kepada Pak Moeldoko," katanya.

Kongkow Bareng BuzzeRp di Kantor KSP, Moeldoko Dianggap Demokrat Tak Punya Adab

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata