logo


Gatot Sebut Korupsi Saat Ini Lebih Parah Dibanding Orba, MAKI: Sama Aja Parahnya

Boyamin mengatakan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membanding-bandingkan tingkat keparahan korupsi

20 Agustus 2021 09:40 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman tidak sependapat dengan pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mernyebut korupsi pada era ini lebih parah daripada saat orde baru (Orba). Menurutnya, korupsi juga parah pada masa orba.

"Kalau bicara korupsi tidak ada yang lebih parah, zaman orde baru ya parah, sekarang ya parah. Sama aja parahnya. Jadi bukan persoalan lebih parah mana," kata Boyamin Saiman seperti dilansir detikcom, Kamis (19/8/2021).

Boyamin mengatakan bahwa dirinya juga hidup di masa Orba yang turut menyaksikan langsung parahnya korupsi pada saat itu.


Kritik Kini Dibungkam dengan Cara Orba, YLBHI Sebut Bentuknya Serangan Netizen

"Menurut saya saya pernah hidup di zaman order baru tahun 1997, sudah jadi DPRD di Solo, saya juga tahu dan merasakan bagaimana korupnya zaman orde baru. Dan sekarang juga korup juga, jadi sama-sama parahnya dan itu jadi concern saya untuk ikut dengan komponen masyarakat dna komponen negara untuk bersama memberantas korupsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Boyamin mengatakan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membanding-bandingkan. Menurutnya, hal terpenting yang perlu dilakukan saat ini yaitu bahu membahu memberantas tindak korupsi.

"Sekarang mestinya menjadi kewajiban kita semua bahu-membahu memberantas korupsi dengan lebih baik, dengan lebih sistemik, dengan anggaran yang berbasis kinerja, dengan anggaran yang transparan, dengan anggaran yang akuntabel dengan pertanggungjawaban. Itulah yang mestinya dari concern kita semua. Dan MAKI selalu perjuangkan itu, apabila ada perkara mangkrak digugat, kita bongkar kasus korupsi, menginvestigasi," pungkasnya.

Anggap Lucu Saat KAMI Dituding Kelompok Berbahaya, Gatot: Padahal Luruskan Kiblat Bangsa

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati