logo


Taliban Kuasai Pemerintahan, AS Bekukan Aset Bank Sentral Afghanistan

Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa Kemenkeu AS telah membekukan aset milik bank sentral Afghanistan agar tidak bisa diakses oleh Taliban

18 Agustus 2021 22:24 WIB

Gedung Kementerian Keuangan AS
Gedung Kementerian Keuangan AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat telah membekukan aset milik bank sentral Afghanistan senilai hampir USD 9,5 miliar dan menghentikan pengiriman uang tunai ke negara itu agar pemerintahan Taliban tidak dapat mengakses uang itu. Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebut namanya, pada Selasa (17/8).

Dilansir dari Al Jazeera, pejabat tersebut mengatakan bahwa aset bank sentral yang disimpan oleh pemerintah Afghanistan di AS tidak akan bisa diakses oleh Taliban, mengingat kelompok militan tersebut masih berada dalam daftar penerima sanksi yang dijatuhkan oleh Departemen Keuangan AS.

Ajmal Ahmady, penjabat kepala bank sentral Afghanistan (DAB), pada Senin pagi, mengaku bahwa dia sudah mengetahui bahwa pengiriman uang dari AS akan dihentikan untuk memblokir segala upaya Taliban untuk mendapatkan akses ke dana tersebut. Informasi itu ia dapatkan sejak Jumat pekan lalu, atau dua hari sebelum Taliban benar-benar merebut ibukota Kabul.


Presiden Ceko: Musuh NATO Bukan Rusia, Tapi...

DAB sendiri memiliki aset senilai $9,5 miliar, sebagian besar ada di rekening Federal Reserve New York dan sejumlah lembaga keuangan lain yang berbasis di AS.

Sebagian besar aset DAB saat ini tidak disimpan di Afghanistan, menurut dua narasumber Al Jazeera yang mengetahui masalah tersebut.

Sementara itu, sejauh ini Departemen Keuangan AS masih belum bersedia berkomentar.

Terungkap, Mantan Presiden Afghanistan Ternyata Melarikan Diri ke Negara Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia