logo


Tolak Pengungsi Asal Afghanistan, Mendagri Austria: Tidak Ada Alasan

Menteri Dalam Negeri Austria mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima kedatangan para pengungsi asal Afghanistan

18 Agustus 2021 21:33 WIB

Warga Afghanistan berbondong-bondong menuju bandara Karzai di Kabul untuk berusaha melarikan diri ke luar negeri setelah Taliban mengambil alih pemerintahan pada 15 Agustus 2021
Warga Afghanistan berbondong-bondong menuju bandara Karzai di Kabul untuk berusaha melarikan diri ke luar negeri setelah Taliban mengambil alih pemerintahan pada 15 Agustus 2021 Russia Today

VIENNA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer, mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana untuk menerima lebih banyak pengungsi asal Afghanistan usai Taliban berkuasa di Kabul. Untuk mencegah gelombang pengungsi tersebut, pemerintah Austria akan membangun sejumlah lokasi deportasi di negara yang berdekatan dengan Afghanistan.

“Migrasi ilegal yang datang melalui selusin negara yang aman, dan di mana para migran hanya memilih negara tujuan mereka, harus dihentikan,” kata Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer kepada surat kabar Jerman Die Welt, Rabu (18/8).

"Tidak ada alasan bagi warga Afghanistan untuk datang ke Austria saat ini," imbuhnya.


Interpol Diminta Tangkap Presiden Ghani yang Kabur ke Luar Negeri

Ia mengatakan bahwa Austria dalam lima tahun terakhir ini sudah menampung lebih dari 130 ribu pengungsi yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Afghanistan.

"Hampir 35 ribu pengungsi datang dari Afghanistan. Mayoritas mereka adalah remaja dan laki-laki berusia muda, yang sebagian besar berpendidikan rendah atau bahkan buta huruf, dan (itu) menjadi sebuah tantangan besar untuk...sistem sosial (kami)," lanjutnya.

Pada Senin (16/8), atau sehari pasca ibukota Kabul jatuh ke tangan Taliban tanpa adanya perlawanan dari militer Afghanistan, sejumlah pejabat pemerintah Austria mengajukan permohonan kepada Uni Eropa untuk membangun sejumlah pusat deportasi di beberapa negara yang berdekatan dengan Afghanistan, jika negara-negara Eropa tidak bisa secara langsung memulangkan pengungsi Afghanistan ke negara asal karena adanya Undang-undang HAM Eropa.

Negara Barat Nggak Akan Bisa Lanjutkan Operasi Militer di Afghanistan Tanpa AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia