logo


Ketua DPR Berbusana Adat Minang saat Bacakan Teks Proklamasi, Arteria Dahlan: Banyak Makna Bisa Dihadirkan

Mba Puan pas banget dengan busana minang.

18 Agustus 2021 15:41 WIB

Puan Maharani
Puan Maharani youtube.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan mengaku bangga melihat Ketua DPR Puan Maharani mengenakan pakaian adat Minangkabau saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Negara.

“Mba Puan pas banget dengan busana minang. Terlihat anggun dan semakin cantik, dengan saya pikir semua orang minang baik di ranah minang maupun di perantauan berpendapat sama tentang hal ini, semakin memperlihatkan bahwa garis keturunan Minangkabau sangat nyata dan kental dalam tubuh dan jiwa Mbak Puan,” ujar Arteria di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

“Saya yakin kebanggaan yang sama juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumatera Barat,” imbuhnya.


Bangga Puan Bacakan Teks Proklamasi, Ruhut: Buah Apel Jatuhnya Tak Jauh dari Pohonnya

Anggota DPR RI ini menilai bahwa Ketua DPR RI itu tidak hanya ingin memperkenalkan budaya Minangkabau lewat pakaian adat atau baju adat yang berasal dari Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat. Namun melalui busana itu, banyak makna yang bisa dihadirkan.

“Kalau orang minang paham itu, itu bukan pakaian biasa dan dipakai dalam forum yang sangat sakral, sudah tepat sebagai bundo kanduangnya urang minang beliau memakainya dalam situasi sakral, memperlihatkan dwi tunggal Soekarno-Hatta, kental pesan napak tilas pembacaan teks proklamasi oleh beliau Cucu biologis dan ideologis Proklamator Bung Karno sekaligus juga mewakili Bung Hatta yang berdarah minang,” tuturnya.

Menurutnya Puan Maharani ingin menyampaikan pesan, karena pakaian tersebut sebagai simbol kebesaran, kemegahan, dan kemuliaan perempuan di Minangkabau.

“Sebagai bundo kanduangnya orang minangkabau, beliau paham betul bahwa Kehormatan dan kebesaran perempuan Minangkabau ditunjukkan melalui pakaian yang ia kenakan. Tidak hanya garis matrilineal, pakaian itu menunjukkan perempuan Minang itu egaliter, sangat bertanggung jawab dan menjadi poros keluarga serta tidak berada di bawah otokrasi suaminya. Karen kaum lelaki biasanya pergi merantau,” tuturnya.

Puan Maharani disebutnya juga ingin menyampaikan pesan, banggalah menjadi perempuan, khususnya bagi Perempuan Minang di manapun berada akan berpaki Minang, perempuanlah yang memiliki harta pusaka, bapandam bapakuburan, sehingga tidak terpengaruh dari budaya yang dibawa oleh suaminya, oleh karena itu ia tetap menggunakan pakaian kebesaran nagari tempat ia berasal.

“Perempuan itu lah yang akan melahirkan dan membentuk para penerus-penerus bangsa. Melanjutkan sekaligus membuat sejarah baru bagi suku maupun kaumnya,” kata Arteria.

“Semoga semakin membuat orang minang bangga dengan Mba Puan. Beliau itu minang banget, baik dalam pemikiran, tindakan maupun kebijakan. Kenali lebih dekat beliau, pastinya membanggakan. Beliau tokoh muda dengan segudang capaian prestasi, aset dan sekaligus kebanggaan orang minang, baik di ranah minang maupun di perantauan,” pungkasnya.

Ketua DPR: Konstitusi Hukum Tertinggi Tangani Pandemi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar