logo


Heboh YouTuber Gita Savitri Ogah Punya Anak, Muhammadiyah: Sikap Egoistis Terhadap Regenerasi Bangsa

Mu'ti mengatakan bahwa dalam pandangan Islam memiliki anak adalah salah satu sunah nabi

17 Agustus 2021 08:35 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini heboh pernyataan seorang YouTuber bernama Gita Savitri yang mengaku enggan memiliki anak. Ia mengatakan bahwa mempunyai anak adalah tanggung jawab yang besar. Menurutnya, kehidupannya lebih mudah ketika tanpa anak.

Menanggapi fernomena pasangan yang memilih tidak memiliki anak, Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan sikap egoistis seseorang.

"Memilih tidak mau menjadi ibu merupakan sikap hedonis, egoistis, dan tidak bertanggung jawab terhadap masa depan generasi dan regenerasi suatu bangsa dan keberlangsungan kehidupan umat manusia," ujar Abdul Mu'ti kepada wartawan, Senin (16/8/2021).


Kritikan Politikus Ikan Lele Dinilai Pedas, Arteria Dahlan: Jadi Instropeksi Kita

Mu'ti mengatakan bahwa dalam pandangan Islam memiliki anak adalah salah satu sunah nabi. Ia mengatakan bahwa berkeluarga dan memiliki anak adalah fitrah seseorang yang bisa membawa ketenangan.

"Di dalam Islam, berkeluarga merupakan sunah nabi dan bagian dari proses regenerasi dan membangun masyarakat yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berkeluarga dan memiliki anak hidupnya lebih tenang dan berbahagia," ucapnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tidak hanya kali ini saja terdapat pasangan yang memilih tidak memiliki anak. Ia menyebut sejumlah negara juga terdapat fenomena tersebut.

"Di banyak negara, keputusan tidak berkeluarga atau berkeluarga tetapi tidak mau memiliki anak telah menjadi masalah demografi seperti degenerasi, ketenagakerjaan, dan masalah-masalah sosial. Di beberapa negara seperti Jepang dan negara-negara Skandinavia banyak orang tua yang kehidupannya bergantung kepada negara karena tidak ada anak atau anggota keluarga yang mengasuh," ucapnya.

"Jadi, walaupun tidak punya anak dan tidak menikah merupakan pilihan pribadi, tapi dalam jangka panjang bisa menjadi masalah sosial bagi bagi yang bersangkutan maupun negara,' lanjutnya.

 

 

Lomba Bertema Korupsi Dinilai Lebih Penting, Muhammadiyah ke BPIP: Agar Tidak Ada Kesan Sekelas TWK di KPK

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati