logo


Baju Adat Badui Jokowi Disebut Hanya Pemanis, AMAN: Wataknya Tak Berpihak pada Masyarakat

AMAN menyebut tindakan Jokowi selama ini bertolak belakang dengan harapan masyarakat adat.

17 Agustus 2021 07:00 WIB

Presiden dan Wakil Presiden RI saat berjalan menuju Ruang Sidang  Gedung Nusantara
Presiden dan Wakil Presiden RI saat berjalan menuju Ruang Sidang  Gedung Nusantara Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi menilai bahwa baju adat Badui yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2021 hanyalah pemanis belaka. Ia menyebut tindakan Jokowi selama ini bertolak belakang dengan harapan masyarakat adat.

"Jadi, presiden ini, (penggunaan) baju adat itu hanya seperti dijadikan bungkus gula-gula (pemanis) saja," kata Rukka sepeprti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (16/8/2021).

Rukka mengatakan bahwa Jokowi pernah berjanji akan membuat sejumlah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat adat, seperti RUU Masyarakat Adat, pembentukan satgas masyarakat adat, dan lain sebagainya. Namun, kata dia, Jokowi telah mengingkari janji-janji tersebut dengan mendukung pengesahan UU Cipta Kerjka hingga UU tentang Mineral dan Batubara.


Jokowi Tak Singgung Korupsi di Pidato Kenegaraan, ICW: Ini Gambarkan Kekeliruan Pemerintah

"Apalagi pada saat yang sama justru presiden memastikan, pengesahan UU Omnibus Cilaka yang tadi juga ada disebutkan Presiden dalam pidato, UU Minerba. Jadi jelas sekali wataknya tidak berpihak pada masyarakat adat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kebijakan Jokowi selama ini tidak sesuai dengan nilai baju adat yang kerap digunakannya dalam sejumlah acara kenegaraan.

"Integritas itu kan antara penampilan, ucapan, dengan tindakan, dia harus sama, sinkron. Presiden tidak sinkron antara baju dengan tindakannya, dengan ucapannya enggak sama," pungkasnya.

Kritik Pidato Kenegaraan Jokowi, KontraS: Hanya Lips Service Demi Jaga Kebebasan Sipil

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati