logo


Kebijakan Penanganan Covid-19 Kerap Berubah, Jokowi: Menyesuaikan Permasalahan dan Tantangan

Kebijakan pengendalian Covid-19 harus adaptif.

16 Agustus 2021 10:45 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pemerintah Indonesia kerap mengubah kebijakan penanganan pandemi sejak virus corona (Covid-19) terdeteksi pada Februari 2020 lalu.

Presiden Joko Widodo menerangkan penentuan kebijakan berpijak pada perkembangan data kasus Covid-19. Pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan ekonomi selama pandemi.

“Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan,” kata Jokowi saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8).


Dulu Anggap Konspirasi Kini Percaya Covid, Jerinx Disebut Gengsi Akui Kesalahannya

Kepala negara mengatakan bahwa kebijakan pengendalian Covid-19 harus adaptif, seperti sifat virus corona yang cepat bermutasi.

“Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data terkini,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, pemerintah hingga saat ini belum pernah memberlakukan lockdown untuk mengatasi penyebaran Covid-19, bahkan setelah ada lonjakan kasus.

Pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk menekan pertambahan kasus dan diterapkan pada 3-20 Juli lalu. Lalu pemerintah beralih menggunakan istilah PPKM berbasis level mulai 20 Juli dan beberapa kali diperpanjang hingga 16 Agustus untuk Jawa dan Bali.

Sementara PPKM berbasis level 2, 3, dan 4 di sejumlah daerah luar Jawa dan Bali berakhir pada 23 Agustus.

Roy Suryo Anggap Mural '404 Not Found' Tak Hina Presiden Jokowi

Halaman: 
Penulis : Iskandar