logo


Jepang Diguyur Hujan Lebat, Puluhan Ribu Warga Diminta Segera Mengungsi

Pemerintah Jepang mendesak warga di sejumlah kota untuk segera mengungsi ke tempat aman menyusul semakin meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor

14 Agustus 2021 11:30 WIB

Jepang diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir ini
Jepang diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir ini istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Puluhan ribu warga Jepang, pada Jumat (13/8) diminta untuk segera mengungsi menyusul tingkat hujan deras yang "belum pernah terjadi sebelumnya" melanda Jepang bagian barat yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan hujan deras akan berlanjut selama beberapa hari di sebagian besar negara, dari wilayah Tohoku di Jepang utara hingga Kyushu di selatan.

"Ada kemungkinan bahwa bencana besar akan terjadi" dalam beberapa hari mendatang, kata seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam konferensi pers darurat yang disiarkan langsung oleh siaran televisi Jepang, NHK.


Dalam Beberapa Hari, Ibukota Afghanistan Akan Segera Terkepung oleh Taliban

Di kota Unzen di prefektur Nagasaki selatan, dua rumah dilaporkan telah tertimbun tanah longsor dengan seorang wanita berusia 50-an dikhawatirkan tewas. Hal itu disampaikan oleh kata seorang pejabat setempat kepada AFP

Hujan dengan intensitas tinggi juga terjadi di prefektur Hiroshima, di mana perintah evakuasi non-wajib dikeluarkan untuk setidaknya 69.500 orang dan pemerintah juga telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya bencana banjir.

"Di kota Hiroshima, kami telah mengeluarkan peringatan hujan lebat khusus. Ini adalah tingkat hujan lebat yang belum pernah kami alami sebelumnya," kata JMA dalam sebuah pernyataan, dikutip Channel News Asia.

JMA juga memperingatkan bahwa tingkat debit air di tiga sungai - dua mengalir melalui wilayah Hiroshima, dan satu di Kumamoto selatan sangatlah tinggi sehingga hal itu memunculkan kekhawatiran terjadinya bencana banjir.

Situasi Afghanistan Kian Tak Terkendali, PBB Desak Taliban Hentikan Pergerakan Ofensifnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia