logo


Lomba Bertema Korupsi Dinilai Lebih Penting, Muhammadiyah ke BPIP: Agar Tidak Ada Kesan Sekelas TWK di KPK

Mughni menyarankan agar tema yang digunakan yaitu tema-tema yang memiliki makna signifikan

14 Agustus 2021 08:00 WIB

Ilustrasi, Bendera Merah Putih.
Ilustrasi, Bendera Merah Putih. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni mengatakan bahwa hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan bukanlah hal yang perlu diperdebatkan. Oleh karena itu, ia menilai lomba menulis artikel dengan tema 'hormat bendera menurut Islam' yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak lagi menarik.

"Dua hal itu tidak lagi problematik sehingga tidak menarik didiskusikan," kata Mughni kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Mughni menyarankan agar tema yang digunakan yaitu tema-tema yang memiliki makna signifikan. Dengan demikian, kata dia, polemik seperti tes wawasan kebangsaan (TWK) di KPK tidak terulang kembali.


Kecam Lomba BPIP, Anwar Abbas: Kalau Ada Tulisan Haram, Malah Jadi Alat Penggebuk Santri

"Tema-tema korupsi, kerusakan moral, hedonisme, pragmatisme jauh lebih penting. Semoga komponen bangsa secara kolektif dan total harus bersama-sama memperkokoh Pancasila dan menghadapi ancaman mental dan moral yang menghancurkan bangsa. Tema-tema atau pertanyaan lomba harus punya makna signifikan agar tidak ada kesan sekelas dengan TWK di KPK," ujarnya.

"Tema-tema kemanusiaan dan keadilan jauh lebih mendesak dieksplorasi," tutup Mughni.

Minta Tema Lomba 'Hormat Bendera Menurut Islam' Diganti, PPP: Justru Buka Ruang Perdebatan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati