logo


Minta Tema Lomba 'Hormat Bendera Menurut Islam' Diganti, PPP: Justru Buka Ruang Perdebatan

Arsul mengatakan bahwa ormas Islam tidak mempermasalahkan terkait hormat bendera maupun menyanyikan lagu kebangsaan.

14 Agustus 2021 07:00 WIB

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani.
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Waketum PPP, Arsul Sani meminta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengganti tema lomba menulis artikel dalam rangka memperingati Hari Santri. Menurutnya, tema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' justru membuka ruang perdebatan di tengah masyarakat.

"Tema lomba seperti yang dipostingkan itu menurut hemat PPP malah membuka ruang untuk diperdebatkan di tengah masyarakat. Soal hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan itu sesuatu yang sudah (tidak) jadi masalah bagi mayoritas umat Islam," kata Arsul Sani seperti dilansir detikcom, Jumat (13/8/2021).

Arsul mengatakan bahwa Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas-ormas Islam lainnya tidak mempermasalahkan terkait hormat bendera maupun menyanyikan lagu kebangsaan.


Fadli Zon: Jelas Sekali BPIP Membenturkan Islam dan Nasionalisme

"Cobalah (tema) diganti, misalnya bukan dengan menulis atau berargumentasi tentang hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Tapi lomba foto dengan pakaian santri hormat pada bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. Jadi bukan ditanya pandangan hukumnya tentang kedua hal itu," tegas Arsul.

Lebih lanjut, Arsul meminta BPIP lebih kreatif dalam mengemas program-program membangun nasionalisme. Bukan justru membuat program yang menimbulkan kontroversi di masyarakat.

 

Kecam Lomba BPIP, Anwar Abbas: Kalau Ada Tulisan Haram, Malah Jadi Alat Penggebuk Santri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati