logo


Junta Militer Bantah Terlibat Rencana Pembunuhan Duta Besar Myanmar untuk PBB

Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan bahwa pihak junta militer tidak ada sangkut pautnya dengan rencana pembunuhan duta besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun, oleh dua warga negara Myanmar di AS

11 Agustus 2021 15:00 WIB

Dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun
Dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun istimewa

YANGON, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan bahwa junta militer sama sekali tidak terlibat dalam dugaan rencana pembunuhan Duta Besar Myanmar untuk PBB.

Seperti diketahui, pada 7 Agustus lalu, Dubes AS untuk PBB Linda Thomas Greenfield mengecam upaya pembunuhan dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun, yang terus mewakili negaranya meski pemerintahan terpilih Myanmar sudah digulingkan oleh junta militer pada Februari lalu. Kecaman tersebut disampaikan usai otoritas AS berhasil menangkap dua warga Myanmar di AS yang dituding berencana membunuh Kyaw Moe Tun.

"Rencana (pembunuhan) tersebut yang terjadi di antara penduduk di Amerika Serikat harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di negara itu (AS). Myanmar tidak ada sangkut pautnya dengan insiden ini," kata kemenlu Myanmar dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook.


Terjebak Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur New York Akhirnya Resign

Kementerian yang kini dikuasai oleh junta militer tersebut juga mengatakan bahwa Kyaw Moe Tun sudah dipecat pada 27 Februari lalu karena telah menentang pemerintahan junta militer dan mendukung gerakan pembangkangan rakyat sipil Myanmar.

“Pernyataan Wakil Tetap Amerika Serikat untuk PBB adalah tuduhan terhadap Myanmar. Perilaku seperti itu melanggar prinsip-prinsip Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik yang perlu diikuti oleh seorang diplomat. Oleh karena itu, Myanmar sangat keberatan dan menolak (tuduhan)nya," kata kementerian itu.

Seperti diketahui, Kyaw Moe Tun yang menjabat sebagai duta besar Myanmar untuk PBB selama ini menentang tindakan junta militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi melalui aksi kudeta pada 1 Februari lalu.

Penarikan Pasukan AS Bikin Afghanistan Kacau, Joe Biden: Saya Tidak Menyesali Keputusan Saya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia