logo


Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali Naik, Jokowi: Mobilitas Masyarakat Harus Direm

Jokowi meminta dilakukan testing dan tracing yang lebih masif.

8 Agustus 2021 06:47 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali mengalami lonjakan. Jokowi meminta mobilitas masyarakat direm.

"Pertama berkaitan dengan mobilitas masyarakat. Kalau udah kasusnya gede seperti itu, mobilitas masyarakat harus direm," kata Jokowi dalam rapat yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (7/8).

"Ini gubernur semua harus tahu, pangdam, kapolda, semua harus tahu. Artinya, mobilitas manusianya yang direm, paling tidak 2 minggu," lanjutnya.


Pengunjung Pasar Akan Dicek Bukti Vaksin Covid-19, PKS: Justru Timbulkan Kerumunan

Jokowi meminta dilakukan testing dan tracing yang lebih masif. Jokowi ingin orang yang positif segera ditemukan.

"Segera ditemukan siapa orang-orang yang memiliki kasus positif ini. Segera temukan, merespons secara cepat, karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau nggak orang yang kasus positif udah kemana-mana, nyebar ke mana. Segera temukan," tegas Jokowi.

Jokowi meminta seluruh kepala daerah untuk menyediakan tempat isolasi terpusat di wilayah masing-masing.

"Ini tugas gubernur, bupati, wali kota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing, bisa jumlahnya 1, bisa 2, bisa 10, bisa memakai sekolah. Saya lihat di beberapa provinsi di Jawa memakai sekolah, memakai balai, memakai gedung-gedung olahraga, diberi tempat tidur yang nyaman, bawa mereka ke sana," ujarnya.

Jokowi Sebut Terjadi Pergeseran Lonjakan Kasus Covid-19 dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata