logo


Bela Puan Soal Gugatan ke PTUN, PDIP ke MAKI: Jangan Merasa Pintar, Mending Diam Kayak Saya!

Arteria meminta agar MAKI mengkaji lagi terkait aturan dan persyaratan calon anggota BPK dalam undang-undang BPK

7 Agustus 2021 04:30 WIB

Arteria Dahlan.
Arteria Dahlan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Perjuangan, Arteria Dahlan mengaku keberatan dengan gugatan yang dilayangkan oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap Ketua DPR RI Puan Maharani ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ia meminta agar MAKI menghormati Ketua DPR RI.

"Kita harus santun lah, MAKI juga harus jangan gampangin gugat Puan Maharani. Ya seolah-olah ada permasalahan dengan Ibu Puan Maharani, hormatilah ketua DPR kami," kata Arteria seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (7/8/2021).

Arteria mengaku tidak masalah dengan gugatan yang dilayangkan oleh MAKI. Namun menurutnya, gugatan seharusnya disampaikan secara sopan, bukan di ruang publik.


Gugat Proses Seleksi Calon Anggota BPK, MAKI Akan Laporkan Ketua DPR RI ke PTUN

"Tapi kita keberatan, bicara di ruang publik gugat Puan Maharani, sudah siapkan (segala persyaratan). Monggo, Arteria Dahlan pasang badan untuk Puan Maharani," tegasnya.

Lebih lanjut, Arteria meminta agar MAKI mengkaji lagi terkait aturan dan persyaratan calon anggota BPK dalam undang-undang BPK. Ia menegaskan bahwa surat yang disampaikan Puan ke DPD terkait nama-nama calon anggota BPK RI  bukanlah keputusan negara, melainkan korespondensi yang berisikan informasi kepada DPD.

"Terkait persyaratan calon itu sudah dikuatkan lagi, ada namanya surat MA, keputusan MK, ada banyak hal. Jadi jangan merasa pintar sendiri lah. Mending kayak saya diam aja, yuk bertarung di PTUN, buktikan siapa yang menang. Jangan sampai fitnah-fitnah DPR lah," tegasnya.

"Orang kita masih fit and proper kok, jangan-jangan (calon yang dipermasalahkan) enggak kepilih. Tapi jangan tekan-tekan DPR dengan membangun prasangka-prasangka buruk," pungkasnya.

 

MAKI Gugat Puan Maharani ke PTUN, Pengamat Hukum: Sangat Keliru

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati