logo


Efektivitas Vaksin Moderna Masih 93 Persen hingga Bulan Keenam

Moderna mengklaim jika vaksin buatannya masih sangat efektif mencegah infeksi Covid-19 hingga setengah tahun usai pemberian dosis kedua

5 Agustus 2021 21:29 WIB

Vaksin Covid-19 Moderna
Vaksin Covid-19 Moderna Reuters

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Moderna, pada Kamis (5/8) mengklaim vaksin buatannya masih memiliki efektivitas hingga 93 persen dalam mencegah infeksi Covid-19 selama 4 hingga 6 bulan setelah pemberian dosis kedua.

Sementara itu, data yang dirilis oleh perusahaan rival, Pfizer dan BioNTech pada pekan lalu mengugkap bahwa efektivitas vaksin buatan mereka akan mengalami penurunan efektivitas sekitar 6 persen setiap dua bulan, dimana tingkat efektivitas vaksin tersebut hanya sekitar 84 persen pada bulan keenam sejak pemberian dosis kedua.

Baik Moderna maupun Pfizer-BiONtech merupakan vaksin Covid-19 yang menggunakan teknologi mRNA.


Ingin jadi Produsen Vaksin Covid-19 Terbesar Dunia, Korsel Gelontorkan Investasi Hingga USD 1,92 M

"Kami sangat senang bahwa efikasi vaksin Covid-19 kami stabil di angka 93 persen dari empat hingga enam bulan," kata CEO Moderna, Stéphane Bancel, dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip Channel News Asia.

"Durasi yang kuat ini akan menguntungkan ratusan juta orang yang telah diberi dosis hingga saat ini dengan vaksin Moderna," tambahnya.

Dengan durasi yang lama, berarti penerima vaksin dapat menunggu lebih lama sebelum nantinya membutuhkan suntikan dosis tambahan atau booster, atau bahkan mungkin tidak memerlukan dosis tambahan untuk mencegah infeksi COVID-19.

Otoritas kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang bergulat dengan varian Delta yang sangat menular saat ini tengah memperdebatkan apakah dosis tambahan vaksin COVID-19 aman, efektif, dan perlu diberikan kepada masyarakat.

Pfizer berencana untuk meminta otorisasi untuk suntikan ketiga vaksinnya akhir bulan ini, dan beberapa negara - seperti Israel - telah memulai atau berencana untuk segera mulai memberikan suntikan kepada para lansia atau kelompok warga yang rentan mengalami gejala berat infeksi Covid-19.

 

Angkatan Udara Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia