logo


Kasus Rp 2 T Akidi Tio Dinilai Sulit Masuk Pidana, Hotman Paris: Ini Hanya Hiburan

Hotman Paris justru menyarankan agar aparat penegak hukum memeriksa dugaan adanya dana keluarga Akidi Tio di bank Singapura.

5 Agustus 2021 09:29 WIB

Hotman Paris
Hotman Paris Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut menanggapi kasus fiktif sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Ia menilai kasus tersebut tidak bisa masuk ranah hukum karena tidak menimbulkan keonaran di masyarakat.

"Kepada ibu-ibu di rumah yang sangat tertarik dengan Rp 2 triliun di Palembang. Apakah itu kasus atau bukan? Kasus atau candaan?" kata Hotman Paris seperti dilansir detikcom, Kamis (5/8/2021).

"Sempat digsipkan bahwa dikenakan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, tapi di situ menyebutkan barang siapa yang menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran. Tapi keonaran yang mana?" sambungnya.


Tak Gembira atas Hoaks Sumbangan Rp2 T Akidi Tio, Ustaz Hilmi: yang Kami Sayangkan Narasi Sinis Buzzer yang Pojokkan Donasi Lain

Hotman Paris justru menilai kasus tersebut hanyalah hiburan belaka. Pasalnya, tidak ada korban dalam kasus Akidi Tio.

"Kemudian ada juga yang menyatakan kenakan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE. Itu kan sama juga, barangsiapa yang menimbulkan informasi pertentangan publik, SARA, golongan, agama. Ini berita tentang Rp 2 triliun kan tidak menimbulkan pertentangan agama, golongan. Bahkan menjadi hiburan, candaan dan informasi terbaru bagi ibu-ibu di rumah," bebernya.

"Siapa yang jadi korban?" tanyanya.

Alih-alih memidanakan keluarga Akidi Tio terkait sumbangan fiktif, Hotman Paris justru menyarankan agar aparat penegak hukum memeriksa dugaan adanya dana keluarga Akidi Tio di bank Singapura.

"Yang menjadi perhatian untuk Pak Dirjen Pajak, harusnya langsung menurunkan tim memeriksa benar nggak ada uang Rp 16 triliun di Singapura? Kalau benar, dilaporkan SPT nggak? Karena kalau nggak dilaporkan dendanya bisa 200 persen," pungkasnya.

Desak Pejabat yang Promosikan Akidi Tio Disanksi, Pengamat Sebut Besarkan Kebohongan Publik

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati