logo


Permudah Berikan Perlindungan, Pemerintah Diminta Miliki Data Anak Yatim Piatu akibat Covid-19

Hingga saat ini, saya belum melihat adanya data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua

4 Agustus 2021 17:00 WIB

Vino saat melakukan isolasi
Vino saat melakukan isolasi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua DPR RI, Puan Maharani memberi perhatian khusus terhadap perlindungan anak-anak yang kehilangan orang tua akibat keganasan Covid-19.

Menurutnya, pemerintah harus memiliki data khusus terkait anak-anak kurang beruntung tersebut untuk kemudian memberikan perlidungan kepada mereka.

“Hingga saat ini, saya belum melihat adanya data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Kita perlu data tersebut sebagai langkah untuk memberi perlindungan,” kata Puan di Jakarta, Selasa (3/8/2021).


Ketimbang Cat Ulang Pesawat, Mending Bantu Rakyat yang Kelaparan

Data tersebut, kata Puan, sangat diperlukan untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan yang tepat terhadap anak-anak yang kehilangan ortu karena pandemi Covid-19. Perlindungan tersebut mulai dari santunan sampai pengasuhan, tergantung kondisi sosial masing-masing anak.

“Negara harus bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia yang menjadi korban bencana kesehatan ini,” kata mantan Menko PMK ini.

Untuk jangka pendek, kata Puan, anak-anak yatim dan/atau piatu akibat Covid-19 ini harus segera mendapat pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orangtua mereka.

“Agar semangat hidup, semangat belajar mereka kembali lagi,” ujar ibu dari dua anak ini.

Lebih jauh, mantan Menko PMK ini meminta serapan anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 juga digunakan untuk program-program perlindungan bagi anak-anak yatim dan/atau piatu akibat Covid-19.

“Program perlindungan itu bisa dalam bentuk santunan, beasiswa atau bantuan belajar,” ujar Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, berbicara nasib anak-anak Indonesia hari ini adalah bicara nasib bangsa ke depan.

“Kalau anak-anak Indonesia hari ini banyak yang putus sekolah dan depresi karena pandemi dan menjadi yatim piatu, bangsa ini yang akan menerima dampaknya dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan,” ujar Puan.

BOR Wisma Atlet Turun, Setneg: Masyarakat Berkorban Besar, Pemerintah Pilih Kebijakan yang Tepat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar