logo


Pemimpin Oposisi Belarusia Ingin Rezim "Neraka" Lukashenko Segera Berakhir

Sviatlana Tsikhanouskaya meyakini jika proses transisi kekuasaan di Belarus bisa dilakukan tanpa kekerasan

4 Agustus 2021 16:00 WIB

Sviatlana Tsikhanousvkaia
Sviatlana Tsikhanousvkaia The Moscow Times

MINSK, JITUNEWS.COM - Pemimpin oposisi Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya, pada Selasa (3/8) mengatakan bahwa proses transisi pemerintahan Alexander Lukashenko menuju demokrasi tanpa kekerasan sangat mungkin untuk dilakukan di negara bekas Uni Soviet tersebut.

"Saya sangat meyakini transisi kekuasaan tanpa kekerasan," kata Tsikanouskaya, kepada Reuters.

Ia mengatakan bahwa situasi Belarusia di bawah kekuasaan Lukashenko sangat memprihatinkan, bahkan ia menyebutnya sebagai "neraka".


Uni Emirat Arab dan China Kerja Sama Lawan Money Laundry dan Praktek Pendanaan Terorisme

"Apa yang sedang terjadi di Belarusia adalah rasa sakit kita bersama, kita ingin "neraka" ini berakhir sesegera mungkin," tambahnya.

Lukashenko, yang dijuluki sebagai "diktator terakhir di Eropa", sudah memimpin Belarusia sejak 1994 silam, dan kini mendapat dukungan dari pemerintahan Vladimir Putin.

"Ya...Kremlin mendukung Lukashenko tapi sekitar 25 negara (Uni Eropa dan AS) mendukung kami," ujar Tsikhanouskaya.

Tsikhanouskaya mengaku sangat terguncang dengan kematian seorang aktivis pro-demokrasi Belarusia, Vitaly Shishov, di Ukraina. Meski demikian, Tsikhanouskaya enggan berspekulasi terkait pihak yang kemungkinan bertanggung jawab atas kasus kematian tersebut.

Shishov yang sudah melarikan diri dari Belarusia dan hidup dalam pengasingan di Ukraina, sejak pilpres Belarusia 2020 lalu berujung dengan kerusuhan. Pihak kepolisian Ukraina mengatakan bahwa mereka sudah memulai proses investigasi terkait kasus pembunuhan sang aktivis.

Menurut Tsikhanouskaya, sanksi sektoral terhadap Belarusia kemungkinan dapat merubah sikap pemerintahan Lukashenko.

"Kami ingin lebih banyak dukungan, lebih banyak tekanan (terhadap Lukashenko), lebih banyak bantuan dan lebih banyak solidaritas (untuk kami)," ujar Tsikhanouskaya.

Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Joe Biden Sarankan Gubernur New York Segera Mundur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia