logo


PKS: Kesannya Pemerintah Ubah-ubah Istilah Karena Ingin Menghindari Kebijakan Karantina

Menteri mengaku mengalami kesulitan menjelaskan tentang PPKM berlevel kepada masyarakat

4 Agustus 2021 14:28 WIB

Sukamta
Sukamta Dok. PKS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengaku mengalami kesulitan menjelaskan tentang PPKM berlevel kepada masyarakat. PKS menilai kebingungan tersebut karena pemerintah kerap mengganti istilah.

"Mungkin hanya di Indonesia sering berganti istilah, dari PSBB, kemudian wacana new normal, kemudian berubah PPKM, ada PPKM mikro, PPKM darurat, dan PPKM berlevel. Pantas kalau beberapa ahli khawatir Indonesia bisa masuk dalam jebakan pandemi, karena sejak awal kebijakan pemerintah membingungkan dan tanpa arah yang jelas yang terlihat dari berganti-gantinya istilah," kata Ketua Fraksi PKS, Sukamta, kepada wartawan, Rabu (4/8).

Menurutnya, kebingungan pemerintah karena sejak awal tidak menggunakan panduan dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sukamta menilai pemerintah mengubah istilah karena ingin menghindari kebijakan Karantina.


PPKM Turunkan Kasus Positif, Tapi Tidak untuk Kasus Kematian, PAN: Itu Evaluasi Pemerintah!

"Ini kesannya pemerintah ubah-ubah istilah yang sekarang ini disebut PPKM berlevel karena ingin menghindari kebijakan Karantina yang diatur di UU, karena tidak mau membayar kompensasi ke warga. Di sisi lain pemerintah selalu bimbang antara kepentingan ekonomi dan kesehatan, akhirnya banyak RS yang kolaps, kematian jumlahnya masih tinggi, dan ekonomi jeblok lagi," ucapnya.

Sukamta meminta pemerintah untuk berhenti membuat istilah dan kebijakan yang membuat masyarakat bingung.

"Kita tentu tidak ingin semakin banyak rakyat yang menjadi korban pandemi. Pemerintah jangan lagi membuat istilah dan kebijakan yang membingungkan, yang bisa mengarah terjadinya jebakan pandemi," ujarnya.

Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang, Mardani: Tidak Bijak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata