logo


Benarkan Vaksin China Efektif Cegah Gejala Berat Infeksi Varian Delta? Begini Kata Pakar Epidemiologi

Pakar epidemiologi China mengklaim vaksin-vaksin Covid-19 buatan China sudah efektif dalam mencegah gejala berat yang disebabkan oleh infeksi varian Delta

3 Agustus 2021 20:16 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac
Vaksin Covid-19 Sinovac istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Ahli epidemiologi terkemuka China, Zhong Nanshan, mengatakan bahwa China perlu memvaksinasi sekitar 83 persen populasinya untuk mencapai situasi herd immunity atau kekebalan kelompok. Ia juga mengungkapkan, 13 pasien yang bergejala berat akibat infeksi varian Delta di wilayah Guangzhou pada Mei lalu, adalah pasien yang belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah pidato di Guangzhou, pada Sabtu akhir pekan lalu, ditengah meningkatnya kasus infeksi Covid-19 di sejumlah kota di China.

Zhong mengatakan China telah memberikan dosis vaksin terbanyak di dunia, tetapi tingkat rasio vaksinasi mereka masih rendah karena populasi penduduk China yang begitu besar.


Diplomat Rusia Bilang Taliban Bikin Negara Asia Tengah Aman dari Ancaman ISIS

"Untuk mencapai kekebalan kelompok melalui vaksinasi, China perlu menginokulasi 83,3 persen populasinya," kata Zhong, dikutip Sputniknews.

Menurut Zhong, vaksin Covid-19 buatan China selama ini masih efektif dalam melindungi seseorang dari infeksi varian Delta yang berpotensi menyebabkan gejala yang lebih buruk dibanding dengan varian Covid-19 awal.

"Studi referensi dari sekitar 100 pasien COVID-19 yang terinfeksi varian tersebut di Guangzhou pada Mei ... menemukan bahwa vaksin China 100 persen protektif terhadap kasus yang parah, dan 76,9 persen, 67,2 persen dan 63,2 persen protektif terhadap kasus sedang, kasus ringan dan infeksi tanpa gejala," tambahnya.

Aksi Balasan, Pemerintah Rusia Usir Seorang Diplomat Estonia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia