logo


Aksi Balasan, Pemerintah Rusia Usir Seorang Diplomat Estonia

Kemenlu Rusia menjatuhkan status persona non grata bagi seorang staf konsulat jenderal Estonia di St. Petersburg

3 Agustus 2021 20:02 WIB

Bendera Rusia
Bendera Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Selasa (3/8) menyatakan bahwa pihaknya sudah memanggil duta besar Estonia Margus Laidre untuk menyampaikan protes atas keputusan pemerintah Estonia mengusir seorang diplomat asal Rusia. Sebagai balasan, pemerintah Rusia memutuskan untuk memberi tenggat waktu selama tujuh hari bagi seorang staf kedutaan besar Estonia di Moskow untuk segera keluar dari wilayah Rusia.

Pada 15 Juli lalu, Kementerian Luar Negeri Estonia sudah mengumumkan status persona non grata bagi seorang staf kantor kedutaan besar Rusia usai Moskow melakukan tindakan yang sama kepada staf konsulat Estonia di St Petersburg, Matt Latte, yang dituding terlibat aksi spionase.

"Duta Besar Estonia di Rusia, M. Laidre, sudah dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Kami menyampaikan protes keras dan memberitahukan bahwa seorang staf diplomat Estonia di Moskow diberikan status persona non grata, atas dasar prinsip balasan," kata Kemenlu Rusia dalam pernyataan tertulis, dikutip Sputniknews.


Soal Insiden Serangan atas Kapal Tanker Israel, Pemerintah Inggris Panggil Dubes Iran untuk Menghadap

Kemenlu Rusia menyatakan bahwa staf tersebut diberikan waktu selama tujuh hari untuk segera keluar dari wilayah Rusia.

"Dia diperintahkan untuk meninggalkan wilayah Federasi Rusia dalam waktu seminggu. Kami menawarkan mitra Estonia kami untuk berhenti dan tidak semakin memperumit situasi yang telah mereka perburuk hingga batasnya. Jika tidak, tanggapan tegas baru dari Kementerian Luar Negeri Rusia akan menyusul," tambahnya.

Moskow juga menyalahkan pemerintah Estonia atas rusaknya hubungan bilateral kedua negara.

"Di saat bersamaan, pihak Estonia harus bertanggung jawab atas memburuknya hubungan bilateral," tukasnya.

 

Diplomat Rusia Bilang Taliban Bikin Negara Asia Tengah Aman dari Ancaman ISIS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia