logo


Pakar Hukum: Kasus Sumbangan 2 Triliun Harus Dibuat Terang Benderang

Kasus ini harus diperjelas sampai terang benderang.

3 Agustus 2021 15:35 WIB

Akidi Tio sumbang Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19.
Akidi Tio sumbang Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19. CNBC

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengatakan bahwa kasus sumbangan 2 triliun yang menghebohkan masyarakat harus dibuat terang benderang. Sebab, belum ada kejelasan mengenai kasus tersebut.

"Kasus ini harus diperjelas sampai terang benderang. Apa maksud sumbangan tersebut, pakah memang ingin menipu atau ada kendala teknis soal pencairan," tuturnya dalam keterangan persnya.

Kalau memang menipu, kata dia, alasan menipu perlu untuk diungkapkan. Apabila kendala teknis, maka ini perlu juga diperjelas kendala apa yang dialami. Pemeriksaan ini harus menyeluruh.


Sejak Awal Tak Yakin Ada Hibah Rp 2 T dari Akidi Tio, Mahfud: Tapi Saya Nyindir yang Percaya Itu

Apabila sengaja menyebar berita bohong untuk menimbulkan keonaran maka bisa dikenakan pasal 14 atau 15 UU No 1 Tahun 1946. Menurut Suparji, dugaan penipuan atau penyebaran berita bohong cukup bukti untuk memenuhi unsur pada pasal tersebut.

"Akan tetapi dilemanya adalah tak cuma pihak yang ingin menyumbang saja, akan tetapi juga pihak lain yang turut serta dalam sumbangan tersebut," jelasnya.

"Artinya subyek hukumnya nanti bisa meluas. Ini menjadi tantangan dalam pengungkapan," sambung akademisi Universitas Al-Azhar ini.

Oleh sebab itu, ia berharap kasus ini selesai dengan tuntas dan tidak menyisakan polemik lebih jauh. Kepada masyarakat, ia berharap agar menghormati proses hukum.

"Masyarakat sebaiknya menunggu bagaimana langkah polisi selanjutnya. Jangan pula terburu-buru dalam membuat asumsi dan jauhi berpolemik yang kontraproduktif," pungkasnya.

Kena Prank Sumbangan Rp2 T, Denny Siregar: Gue Salah karena Terlalu Percaya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar